Kalau ada yang masih ingat tulisan saya sebelumnya, “Hari Pertama Menuju Sistem Kerja yang Lebih Terpusat”, saya sempat bercerita kalau kantor mulai beralih menggunakan CRM sebagai pusat aktivitas tim. Tujuannya sederhana, tapi dampaknya besar: supaya pekerjaan tidak lagi terpencar di banyak aplikasi, semua lebih rapi, lebih mudah dilacak, dan tentu lebih efisien.
Waktu itu saya juga menulis kalau perjalanan menuju sistem yang lebih baik pasti tidak akan langsung mulus.
Dan ternyata… benar saja. 😂
Sampai hari ini masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Ada fitur yang menurut kami masih kurang pas, ada alur kerja yang ternyata membingungkan, sampai ada kebiasaan lama yang ternyata tidak bisa langsung dipindahkan ke sistem baru begitu saja.
Tapi justru di situlah prosesnya.
Setiap kali saya menemukan sesuatu yang rasanya kurang tepat saat menggunakan CRM, saya langsung membuat tiket melalui Helpdesk Shogun. Tidak peduli sekecil apa pun kendalanya, selama berpotensi menghambat pekerjaan, saya tuliskan.
Hari ini saya iseng menghitung.
Ternyata sudah 14 tiket yang saya buat.
Empat belas.
Kalau dihitung isi setiap tiket, balasan, penjelasan, screenshot, sampai diskusi lanjutannya… mungkin sudah beribu-ribu kata yang saya tulis. Rasanya kalau semua digabung, mungkin sudah bisa jadi sebuah bab buku. 😂
Yang paling sering menerima semua “curhatan” tiket itu tentu saja… Suyen.
Suyen, maaf yaa, semangaattt sepertinya akan masih ada tiket menyusul. 🤣
Maaf kalau diriku berkali-kali membuka tiket dengan masalah yang sekilas terlihat sama, bahkan kadang mirip dengan tiket yang sudah ditutup sebelumnya.
Percayalah, aku bukan sengaja mencari kerjaan.
Memang masalahnya muncul lagi. Wkwkwk.
Kadang setelah dicoba di kondisi yang berbeda, ternyata muncul kendala baru. Kadang setelah ada perubahan sistem, ternyata ada efek lain yang baru terasa ketika dipakai untuk pekerjaan sehari-hari. Jadi ya… buka tiket lagi.
Yang lucunya, saya sering merasa, “Kok tiketnya belum ada update ya?”
Eh ternyata…
Yang ditunggu justru jawaban dari saya. 😂
Suyen malah sering mengejar, “Asri, update tiketnya ya. Ceffaattt”
Saya yang malah lupa membalas.
Maaf lagi ya. 😅
Terima kasih untuk Pak Boss yang terus mendorong supaya sistem ini benar-benar berjalan sesuai tujuannya. Terima kasih juga untuk tim yang selalu menindaklanjuti setiap tiket Helpdesk Shogun, satu per satu, meskipun kadang pertanyaannya panjang, kasusnya unik, atau bahkan berulang.
Saya jadi sadar bahwa membangun sebuah sistem itu ternyata bukan sekadar membuat aplikasi lalu selesai.
Justru setelah dipakai oleh pengguna sehari-hari, barulah kelihatan mana yang perlu diperbaiki, mana yang perlu disederhanakan, dan mana yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Sebagai tim sales, CRM bukan hanya tempat menyimpan data.
CRM adalah tempat kami membuat penawaran, mencatat aktivitas, menindaklanjuti permintaan klien, memonitor progres pekerjaan, hingga memastikan tidak ada yang terlewat. Hampir semua pekerjaan bergantung pada sistem ini.
Makanya, setiap perbaikan kecil sebenarnya punya dampak yang besar.
Kalau ada satu langkah yang bisa dipersingkat beberapa detik saja, bayangkan berapa menit yang bisa dihemat dalam sehari. Kalau ada satu bug yang diperbaiki, mungkin ada puluhan pekerjaan yang jadi lebih lancar.
Empat belas tiket mungkin terdengar banyak.
Tapi saya berharap, empat belas tiket itu bukan berarti ada empat belas masalah.
Melainkan empat belas langkah kecil menuju sistem yang semakin baik.
Dan saya yakin, jumlah tiket itu belum berhenti di angka 14. 😆
Kalau nanti menemukan hal yang masih bisa diperbaiki, ya… saya akan buka tiket lagi.
Maaf sebelumnya, Suyen.
Hehe.
