Setiap Senin pagi biasanya dimulai dengan briefing. Briefing berjalan seperti biasanya. Sampai akhirnya Pak Boss menyampaikan satu kalimat yang membuat saya spontan mengangguk pelan.
“Jangan menjadi seperti lilin yang berkorban melelehkan diri sendiri untuk menyinari seisi ruangan.”
Jujur, ini pertama kalinya saya mendengar kutipan tersebut.
Semakin dipikir-pikir, semakin terasa masuk akal.
Sering kali kita semangat bekerja, mengejar target, lembur kalau perlu, berusaha memberikan yang terbaik. Tapi di sisi lain, kita lupa memberikan sedikit penghargaan untuk diri sendiri. Semua hasil kerja rasanya habis untuk ini dan itu, sementara keinginan sederhana seperti membeli barang yang sudah lama diincar atau makan makanan favorit selalu ditunda dengan alasan, “Nanti saja.”
Padahal kita juga berhak menikmati hasil dari usaha kita.
Bukan berarti setiap gajian harus langsung checkout semua keranjang belanja atau makan mewah setiap akhir pekan. Menurut saya, justru yang paling pas adalah sesekali saja. Ada waktunya menabung, ada waktunya memenuhi kebutuhan, dan ada waktunya menghadiahi diri sendiri.
Karena kalau terlalu boros, dompet yang menangis. Tapi kalau terlalu pelit kepada diri sendiri, hati yang diam-diam ikut lelah.
Saya jadi sadar bahwa menghargai diri sendiri tidak selalu harus dengan sesuatu yang mahal. Kadang sesederhana membeli buku yang sudah lama masuk wishlist, mencoba menu baru yang penasaran ingin dicicipi, atau sekadar menikmati secangkir kopi tanpa merasa bersalah.
Kita bekerja keras bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk hidup dengan lebih baik.
Jadi, jangan sampai kita menjadi lilin yang terus meleleh demi menerangi orang lain, sementara diri sendiri perlahan habis tanpa pernah menikmati cahayanya.
Sesekali, izinkan diri sendiri ikut merasakan hasil dari perjuangan yang sudah dilakukan. Toh, kita juga pantas mendapatkan apresiasi dari orang yang paling sering kita abaikan: diri sendiri.
Iya, benar sekali Asri.
Tidak apa-apa menghadiahi diri sendiri dengan buku bacaan, dengan makanan yang menyenangkan dan liburan yang membuat kelelahan kita jadi release. Jangan merasa bersalah.
Kita biasanya punya ukuran juga mana yang boros dan mana yang memang untuk menghadiahi diri kita
Setuju Pak Boss..
Kadang kita terlalu fokus untuk terus memberi dan bekerja hingga lupa bahwa diri sendiri juga perlu diapresiasi. Selama kita memahami batas antara kebutuhan, self-reward, dan perilaku boros, menghadiahi diri sendiri justru bisa menjadi cara untuk mengisi ulang energi agar tetap bisa menjalani aktivitas dengan lebih baik.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan berbagi sudut pandang di tulisan saya, Pak Boss.