Salah satu hal yang tidak pernah bisa kita prediksi saat berada di jalan adalah tingkah laku pengendara lain.
Ada yang tiba-tiba memotong jalan, pindah jalur tanpa sein, berhenti mendadak, atau berkendara terlalu terburu-buru. Tidak jarang hal-hal kecil seperti itu membuat emosi ikut naik.
Dulu, mungkin rasanya ingin membalas. Diklason, kita klakson balik. Disalip, rasanya ingin menyalip lagi. Padahal, kalau dipikir-pikir, kita sebenarnya sedang mengejar apa?
Semakin sering berada di jalan, saya belajar bahwa kita tidak bisa mengatur perilaku orang lain, tetapi kita bisa mengatur respons kita sendiri.
Tidak semua kesalahan harus dibalas. Kadang cukup tarik napas, beri jarak, dan lanjutkan perjalanan.
Saya juga mulai belajar untuk tidak terlalu cepat mengambilnya secara personal. Bisa jadi pengendara tersebut sedang terburu-buru, tidak melihat kita, atau memang sedang mengalami hari yang buruk.
Pada akhirnya, kita semua punya tujuan masing-masing. Ada yang ingin bekerja, pulang, bertemu keluarga, atau sekadar sampai ke tempat tujuan.
Jadi, daripada sibuk memenangkan jalanan, mungkin lebih baik kita fokus pada satu hal sederhana:
sampai tujuan dengan selamat dan tetap tenang.
Karena jalan raya bukan tempat untuk membuktikan siapa yang paling hebat. 🚗🛵
Jalan raya adalah tempat untuk melatih kesabaran
Betul Om, apalagi kalo berkendadar di akhir bulan,, beuh sabar banget