Mulai tanggal 31 Agustus 2026, ada satu perubahan kecil yang ternyata efeknya cukup besar di rumah: jam kerja Bapak berubah.
Kalau sebelumnya Bapak bekerja dari jam 08.00 sampai 17.00, sekarang jadwalnya menjadi 05.00 sampai 14.00.
Lima pagi.
Jam segitu biasanya manusia masih bernegosiasi dengan alarm, selimut masih terasa seperti tempat paling nyaman di dunia, dan otak belum sepenuhnya menyadari bahwa hari baru sudah dimulai.
Tapi sekarang, jam lima pagi sudah menjadi jam kerja Bapak.
Dan tentu saja, perubahan jam kerja Bapak otomatis membuat mekanisme kehidupan di rumah ikut mengalami pembaruan sistem. Kalau biasanya Ibu dan aku mulai bangun sekitar jam lima untuk memasak, sekarang semuanya harus dimajukan.
Bukan lagi jam lima.
Tapi jam empat kurang.
Iya, jam empat kurang.
Rasanya seperti tiba-tiba rumah kami masuk ke zona waktu yang berbeda.
Dari Bangun Jam Lima Jadi Bangun Sebelum Jam Empat
Dulu, sekitar jam lima pagi, biasanya aku masih bisa bangun dengan kondisi cukup manusiawi.
Bangun → solat → bantu masak → setrika seragam sekeluarga → selesai.
Sekarang?
Bangun sebelum jam empat → masih setengah sadar → langsung masuk dapur.
Kalau dipikir-pikir, ini bukan lagi sekadar perubahan jam kerja. Ini sudah seperti perubahan lifestyle satu keluarga.
Alarm berbunyi, lalu bukan cuma aku yang harus bangun. Dapur juga ikut “on”.
Ibu mulai menyiapkan masakan, sementara aku ikut membantu bagian-bagian kecil yang bisa dikerjakan.
Dan di sinilah muncul perubahan paling menarik:
waktu gabutku sekarang punya pekerjaan baru.
Dulu Gabut: Main HP dan Baca Novel
Sebelum ada perubahan jadwal ini, kalau sedang tidak ada kegiatan, biasanya aku melakukan aktivitas yang sangat produktif.
Produktif menurut standar manusia gabut, tentunya.
Main HP.
Scroll sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Baca novel.
Baca buku.
Atau sekadar rebahan sambil merasa bahwa hari masih panjang.
Kalau ada waktu kosong, rasanya tidak perlu buru-buru.
Toh, besok masih bisa.
Nanti juga masih sempat.
Jam lima masih terasa pagi.
Tapi sekarang konsep “masih sempat” mulai menghilang.
Karena pagi datang lebih cepat.
Dan akhirnya, waktu gabut pun harus dimanfaatkan.
Sekarang Gabutku: Kupas Bawang
Kalau dulu tangan kanan memegang HP atau buku, sekarang tangan kanan lebih sering memegang…
bawang merah.
Tangan kiri?
Bawang putih.
Jadi, salah satu kegiatan gabut terbaru dalam hidupku adalah:
mengupas perbawangan.😭
Bawang merah dikupas.
Bawang putih dikupas.
Kalau masih ada waktu, lanjut mengupas lagi.
Bukan karena tiba-tiba aku mendapatkan passion baru dalam dunia perbawangan, tetapi karena ada satu alasan sederhana:
supaya pagi hari tidak membuang waktu untuk mengupas bawang.
Jadi, kalau malam atau sedang ada waktu luang, beberapa bahan masakan sudah disiapkan terlebih dahulu.
Besok paginya tinggal masuk dapur dan gas memasak.
Kelihatannya sederhana, tetapi ternyata perubahan kecil seperti ini cukup membantu.
Gabut yang Berubah Menjadi Persiapan
Lucunya, aku baru sadar kalau selama ini waktu luang ternyata bisa dipakai untuk hal-hal kecil yang membuat pekerjaan berikutnya menjadi lebih ringan.
Dulu kalau punya waktu kosong, pikiranku:
“Enaknya ngapain ya?”
Sekarang:
“Bawangnya sudah dikupas belum?”
Sebuah perkembangan karakter yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Dari yang tadinya gabut sambil baca novel, sekarang gabut sambil mengupas bawang.
Kalau ada yang bilang masa dewasa itu penuh kejutan, ternyata benar.
Tidak ada yang memberi tahu bahwa salah satu plot twist-nya adalah menganggap bawang merah yang sudah dikupas sebagai bentuk efisiensi hidup.
Rumah Juga Ikut Beradaptasi
Perubahan jam kerja Bapak akhirnya bukan cuma mengubah jadwal Bapak.
Ibu harus bangun lebih pagi.
Aku juga harus bangun lebih pagi.
Waktu memasak harus dimajukan.
Persiapan bahan makanan harus dilakukan lebih awal.
Bahkan waktu santai pun perlahan ikut bergeser.
Yang menarik, rumah ternyata seperti sebuah sistem kecil. Ketika satu bagian berubah, bagian lainnya ikut menyesuaikan.
Dan mungkin begitulah kehidupan sehari-hari.
Tidak selalu ada perubahan besar dan dramatis.
Kadang perubahan itu sesederhana jam alarm yang dimajukan satu jam.
Atau waktu santai yang berubah menjadi waktu mengupas bawang.
Atau dari yang biasanya bangun jam lima, sekarang harus sudah berada di dapur sebelum matahari benar-benar muncul.
Selamat Datang di Era Baru
Jadi, mulai 31 Agustus 2026, kehidupan di rumah resmi memasuki era baru.
Bapak kerja jam 5 pagi.
Ibu masak lebih pagi.
Aku bangun lebih pagi.
Dan bawang harus sudah dikupas lebih dulu.
Kalau beberapa bulan ke depan aku tiba-tiba menjadi ahli mengupas bawang dengan mata tertutup, mungkin inilah prosesnya.
Proses untuk mendapatkan pekerjaan impian yang diumumkan Presiden yang sehari dapat Rp700.000/kg UPS 🫣
Produktif sekali asri sudah ngupas bawang di pagi hari, pasti mengejar 700rb yang dijanjikan itu wkwk
Iyaa nih, program bagus dari Presiden harus dimanfaatkan wkwkwk
Seru banget cerita perbawangan ini 😂
Iyaaa dong mba, kan jadi WNI ada seru serunya wkwk