Skip to content

Blognya Asri

My WordPress Blog

  • Home
  • 2026
  • September
  • 23
  • Akhirnya Bisa Gunting-Gunting Tanaman Tanpa Diteriakin “Turun Mba”

Akhirnya Bisa Gunting-Gunting Tanaman Tanpa Diteriakin “Turun Mba”

Posted on September 23, 2026 By asrisahnrd_ No Comments on Akhirnya Bisa Gunting-Gunting Tanaman Tanpa Diteriakin “Turun Mba”
Uncategorized

Sabtu kemarin aku memulai hari dengan aktivitas yang agak berbeda dari biasanya.

Biasanya, template kegiatan di rumah ya kurang lebih begini: bantu Ibu masak, setrika seragam kerja, nyapu, ngepel, lalu baru bisa berleha-leha. Itu pun biasanya berleha-lehanya di atas tumpukan jemuran yang entah kapan akan dilipat kalau sambil megang HP. Wkwkwk.

Tapi Sabtu kemarin aku melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah sangat lama ingin aku lakukan, tapi selalu tertunda karena ada Bapak di rumah.

Kebetulan Sabtu kemarin Bapak pulang kampung. Sendirian. Naik bis. Dan berangkatnya cukup tiba-tiba.

Alasannya sederhana. Seperti biasa, kalau Mbah Putri sudah bilang kangen, biasanya Jumat pulang kerja Bapak langsung menuju Terminal Cibitung, naik bis ke Gombong, Kebumen, kampung halamannya.

Nah, kesempatan itu akhirnya datang.

Hal yang selama ini ingin kulakukan adalah… memotong tangkai dan dahan tanaman di teras yang sudah merambat ke mana-mana.

Sudah lama sekali tanaman-tanaman itu membuatku risih. Awalnya mungkin terlihat biasa saja. Lama-lama tangkainya menjalar ke sana-sini, makin panjang, makin berat di satu sisi, dan kalau dibiarkan sepertinya tinggal menunggu waktu sampai potnya jatuh ke jalan.

Tapi kenapa selama ini tidak kupotong?

Karena peringatan Bapak.

Bukan karena Bapak melarang. Justru karena aku sudah hafal reaksinya.

Begitu melihat aku mulai naik sedikit untuk menjangkau dahan, pasti langsung terdengar:

“Turun, turun. Ngapain bahaya? Udah, biar Bapak aja.”

Begitulah Bapak.

Medan untuk memotong beberapa dahan memang agak… kreatif. Aku harus melangkahkan kaki dan membuat kuda-kuda di atas kolam ikan supaya bisa menjangkau bagian tanaman yang merambat. Dari sudut pandang Bapak, mungkin yang terlihat adalah anaknya sedang berusaha mencari cara untuk jatuh di rumah nya sendiri dan berendam dengan ikan. WKWKWK LUCU BANGET

Jadi selama Bapak dirumah, biasanya aku menyerah dan membiarkan Bapak yang mengerjakan.

Tapi Sabtu kemarin?

Aku bisa beraksi dengan tenang.

Pagi-pagi, ditemani udara Sabtu yang masih cukup sejuk, aku mulai memotong satu per satu tangkai yang sudah merambat tak karuan.

Gunting sana.

Potong sini.

Tarik yang sudah terlalu panjang.

Potong lagi yang menjuntai.

Sampai akhirnya aku bisa melihat jarak antar-pot tanaman kembali terlihat jelas.

Dan entah kenapa, ada rasa puas yang lumayan besar.

“Akhirnya aku potong juga kau. Dasar tangkai merambat, membuat horror saja rumahku ini.”

Wkwkwk.

Beberapa tetangga yang lewat pun sempat berkomentar,

“Ya ampun, rajin sekali, Mbak Asri. Memangnya nggak ada Bapak?”

Mereka ternyata sudah hafal.

Kalau ada Bapak, biasanya Bapak yang mengerjakan.

Kalau Bapak sedang tidak ada, baru anaknya turun tangan.

Setelah semua selesai, aku berdiri dan melihat tanaman-tanaman itu.

Jauh lebih rapi.

Potnya juga kelihatan lebih seimbang. Tidak ada lagi tangkai panjang yang menjuntai ke mana-mana dan membuatku waswas setiap kali melihatnya.

Sebenarnya yang berubah bukan cuma tampilan teras.

Perasaanku juga ikut berubah.

Ada rasa lega melihat sesuatu yang sebelumnya berantakan akhirnya kembali rapi. Ada rasa tenang karena rumah terlihat lebih enak dipandang.

Dan dari situ aku sadar, ternyata aktivitas sesederhana merapikan tanaman bisa terasa seperti sedang merapikan pikiran juga.

Beberapa minggu terakhir rasanya aktivitas cukup padat. Ada pekerjaan, rutinitas, berbagai hal yang harus dipikirkan, dan semuanya berjalan terus tanpa benar-benar memberi jeda.

Lalu Sabtu pagi itu, aku cuma berdiri, eh tidak melangkah kuda kuda, memotong dahan satu per satu, membersihkan bagian yang sudah terlalu rimbun, dan melihat hasilnya perlahan berubah.

Rasanya seperti ikut membuang sedikit demi sedikit hal-hal yang menumpuk di kepala.

Mungkin memang begitu.

Kadang kita tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar untuk merasa lebih tenang.

Bisa jadi cukup dengan membersihkan teras.

Memotong tanaman yang sudah merambat ke mana-mana.

Melihat rumah kembali rapi.

Dan menikmati pagi tanpa terburu-buru.

Post navigation

❮ Previous Post: Belajar Mengelola Pekerjaan dari yang Prioritas
Next Post: Mungkin Otak Kita Juga Butuh Hening ❯

You may also like

Uncategorized
Belajar Tenang Menghadapi Hal Baru
February 9, 2026
Uncategorized
Pandangan Pribadi dari Aku yang Belum Kenal Dunia Saham
February 4, 2026
Uncategorized
Menggeser Cara Pandang
February 12, 2026
Uncategorized
Tidak Harus Selalu Punya yang Baru
September 4, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jajanan Kecil dan Perhatian Besar
  • Rasanya Seperti Masuk ke Film: Kunjungan ke Data Center
  • Di Balik Ulang Tahun Excellent ke-15: Antara Cuan & Deadline
  • Kunjungan ke Lemhannas: Pengalaman yang Berbeda dari Biasanya
  • Cuaca yang Datang dan Pergi Sesukanya

Recent Comments

  1. asrisahnrd_ on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  2. Ananda Kallila on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  3. asrisahnrd_ on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  4. Ahmad on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  5. asrisahnrd_ on Berbuat Baik Itu Wajib, Tapi Bukan Berarti Tanpa Batas

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 Blognya Asri.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by