Kalau mendengar cerita tentang trip bersama teman-teman, mungkin yang pertama kali terbayang adalah destinasi yang dikunjungi, foto-foto yang diambil, makanan yang dicoba, atau berbagai aktivitas selama perjalanan. Dan memang, perjalanan kemarin juga kurang lebih seperti itu. Kami explore tempat baru, foto-foto, dan melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan saat pergi wisata.

Tapi ternyata, setelah semuanya selesai, yang paling aku ingat justru bukan tempat wisatanya.
Hari Sabtu, kami mulai perjalanan dari pagi. Destinasi pertama adalah Dusun Bambu, kemudian dilanjutkan ke Kebun Strawberry Berbunga. Perjalanannya menyenangkan, bukan cuma ketika sudah sampai di tempat wisata, tetapi juga selama berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Ada saja hal random yang terjadi di perjalanan. Mood bisa berubah dalam hitungan menit. Apalagi Zahwa, wkwk. Tiba-tiba nyanyi, tiba-tiba ngajak cerita, tiba-tiba diam sampai suaranya hilang. Benar-benar perjalanan bersama teman pada umumnya: explore, foto-foto, ngobrol, ketawa, lalu lanjut ke tempat berikutnya.
Saat perjalanan pulang ke apartment, suasananya mulai jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Sepertinya baterai kami sudah hampir mencapai batasnya. Jadi aku pikir, sesampainya di apartment nanti kami pasti langsung bersih-bersih, rebahan, lalu tidur pulas.
Ternyata tidak.
Kami sampai sekitar pukul sembilan malam. Setelah mandi dan beres-beres, kami malah kembali berkumpul di ruang tengah. Awalnya cuma ngemil sambil ngobrol biasa.
Lalu entah bagaimana ceritanya, obrolan berkembang ke mana-mana.
Kami mulai bercerita tentang banyak hal. Berbagi pengalaman, pendapat, cerita-cerita yang mungkin sebelumnya belum pernah dibahas, sampai hal-hal random lainnya. Satu cerita membawa ke cerita berikutnya.
Sampai akhirnya sadar-sadar sudah setengah tiga pagi wkwk.
Kalau tidak ada yang menghentikan mungkin obrolannya masih bisa berlanjut sampai subuh.
Dan justru bagian itu yang paling berkesan buatku.
Mungkin kalau dilihat dari luar, perjalanan kami ya seperti perjalanan wisata pada umumnya. Pergi ke tempat bagus, foto-foto, mencoba aktivitas baru, lalu pulang. Tapi ternyata, ada bagian lain dari perjalanan yang tidak selalu terlihat di foto.
Percakapan panjang di ruang tengah, sambil ngemil dan saling mendengarkan cerita, ternyata punya rasa yang berbeda.
Tidak ada itinerary, tidak ada destinasi yang harus dikejar, dan tidak perlu memikirkan foto bagus. Hanya kami yang duduk bersama dan membicarakan banyak hal.
Mungkin itu juga yang membuat sebuah perjalanan terasa lebih berkesan. Bukan hanya karena ke mana kita pergi, tetapi karena siapa yang menemani dan cerita apa yang akhirnya kita bawa pulang.

Kok aku ga ada di foto terakhir :’D
Suruhhh siapaa tiba tiba naik bukit sendiriann.. Risiko menghilang dari rombongan 😑