Skip to content

Blognya Asri

My WordPress Blog

  • Home
  • 2026
  • October
  • 28
  • Di Balik Ulang Tahun Excellent ke-15: Antara Cuan & Deadline

Di Balik Ulang Tahun Excellent ke-15: Antara Cuan & Deadline

Posted on October 28, 2026October 29, 2026 By asrisahnrd_ No Comments on Di Balik Ulang Tahun Excellent ke-15: Antara Cuan & Deadline
Uncategorized

Menjadi bagian dari panitia ulang tahun Excellent ke-15 sekaligus syukuran kantor baru di Karawang adalah pengalaman pertama yang sangat berkesan buatku. Bukan cuma karena acaranya yang akhirnya terlaksana, tetapi juga karena perjalanan menuju hari itu ternyata lumayan menguji kemampuan membagi waktu, tenaga, dan pikiran.

Apalagi, ini bukan berarti pekerjaan utamaku sebagai Sales & Business Development bisa ditinggalkan begitu saja. Klien tetap harus dilayani, email tetap harus dibalas, penawaran tetap harus dikirim, dan kebutuhan mereka tetap harus ditindaklanjuti. Di saat yang sama, ada berbagai persiapan acara yang juga harus diselesaikan.

Jadi, bisa dibayangkan sendiri bagaimana rasanya ketika beberapa pekerjaan datang hampir bersamaan.

Dar-Der-Dor Sebelum Hari H

Sebagai bagian dari tim acara, ada cukup banyak hal yang harus kami persiapkan. Mulai dari koordinasi dengan anggota tim lain, menyelesaikan berbagai kebutuhan acara, memastikan konsep yang sudah dirancang bisa direalisasikan, sampai mengejar deadline yang rasanya semakin dekat setiap harinya.

Di sela-sela itu, pekerjaan sales juga tetap berjalan.

Ada hari-hari ketika permintaan klien tiba-tiba membludak. Email ramai, klien menghubungi berkali-kali, dan beberapa kebutuhan harus segera ditindaklanjuti. Alhamdulillah, tentu aku bersyukur ketika ada banyak permintaan dari klien. Artinya, ada peluang dan kepercayaan yang harus dijaga.

Tapi, ya, di sisi lain, aku juga harus tetap mengurus persiapan acara ulang tahun Excellent dan syukuran kantor baru. Belum lagi persiapan webinar Zimbra yang juga membutuhkan perhatian tersendiri.

Wah, dar-der-dor sekali!

Kadang rasanya baru saja menyelesaikan satu pekerjaan, eh, sudah ada pekerjaan lain yang menunggu. Belum selesai memikirkan kebutuhan klien, tiba-tiba ada koordinasi acara yang harus segera ditanggapi. Saat fokus mengerjakan satu hal, pikiran sudah mengingatkan tentang hal lain yang belum selesai.

Mon maap yaa, kalau klien menghubungi berkali-kali, tetap harus diprioritaskan. Ini cuan kami, wkwk.

Ada beberapa hari ketika aku sampai rumah setelah bekerja, tetapi belum bisa benar-benar beristirahat. Laptop harus dibuka lagi untuk menuntaskan task yang masih menjadi tanggung jawabku.

Sebenarnya, aku tidak ingin membiasakan diri membawa pekerjaan sampai ke rumah. Namun, pada kondisi tertentu, ada pekerjaan yang memang harus segera diselesaikan, apalagi ketika sudah menyangkut koordinasi dengan orang lain dan deadline yang tidak bisa digeser sesuka hati.

Di situ aku mulai merasakan bahwa menjadi bagian dari tim acara bukan hanya soal punya ide atau ikut meramaikan kegiatan. Ada tanggung jawab yang harus dituntaskan, komunikasi yang perlu dijaga, dan banyak detail yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain, tetapi tetap harus dikerjakan.

Ketika Tubuh Punya Agenda Sendiri

Di tengah kesibukan itu, ada satu hal yang tidak bisa aku atur jadwalnya: tamu bulanan.

Malam sebelum hari H, tamu bulanan datang. Lengkap dengan paket pegal-pegal di sekujur badan yang rasanya tidak perlu dipesan, tetapi tetap datang setiap bulan. Haha.

Sebenarnya, kondisi seperti ini sudah cukup biasa buatku. Namun, tentu rasanya berbeda ketika datang tepat sebelum hari besar yang sudah dipersiapkan selama beberapa waktu.

Aku sempat khawatir kondisi badan akan menghambat pekerjaanku. Bagaimana kalau besok tidak bisa bergerak dengan leluasa? Bagaimana kalau rasa sakitnya mengganggu konsentrasi? Padahal, masih ada banyak hal yang harus dipastikan dan diselesaikan.

Di satu sisi, aku ingin memberikan usaha terbaik untuk acara ini. Di sisi lain, tubuh seperti sedang mengingatkan bahwa ia juga punya batas.

Kadang kita sudah menyusun jadwal serapi mungkin, membagi pekerjaan sedetail mungkin, bahkan berusaha mengantisipasi berbagai kemungkinan. Namun, tetap ada hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Pada akhirnya, yang bisa dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dan berusaha menyelesaikan tanggung jawab sebaik mungkin.

Akhirnya, Hari yang Ditunggu Datang Juga!

Setelah melewati berbagai persiapan, koordinasi, deadline, dan sedikit drama dengan kondisi badan, akhirnya hari yang dinantikan tiba.

Rasanya cukup menyenangkan ketika konsep-konsep yang sebelumnya hanya dibicarakan, dirancang, dan dibayangkan bersama mulai benar-benar terjadi di depan mata.

Hal-hal yang sebelumnya hanya berupa catatan, daftar kebutuhan, dan susunan rundown akhirnya menjadi sebuah acara yang bisa dinikmati bersama.

Tentu saja, pelaksanaannya tidak seratus persen berjalan sesuai rencana. Ada satu, dua, atau mungkin beberapa hal yang tidak sesuai dengan konsep maupun rundown awal. Hehe.

Namun, bukankah acara yang melibatkan banyak orang memang tidak selalu bisa berjalan persis seperti yang kita bayangkan?

Ada kondisi lapangan yang harus disesuaikan, ada hal-hal spontan yang muncul, dan ada keputusan yang harus diambil saat itu juga. Justru di situ aku melihat bahwa sebuah acara bukan hanya tentang seberapa sempurna rencana yang dibuat, tetapi juga bagaimana tim menghadapi perubahan yang terjadi.

Alhamdulillah, perayaan ulang tahun Excellent ke-15 sekaligus syukuran kantor baru di Karawang berjalan dengan lancar. Semua bisa menikmati acara, bermain bersama, dan merasakan kebersamaan di tengah cuaca Karawang yang panasnya bukan main.

Panasnya memang terasa, tetapi keseruan acara membuat semuanya tetap berjalan. Setidaknya, rasa lelah setelah berbagai persiapan terasa sedikit terbayar ketika melihat orang-orang menikmati kegiatan yang sudah kami siapkan.

Ada rasa lega tersendiri ketika menyadari bahwa pekerjaan yang selama beberapa waktu memenuhi kepala akhirnya sampai juga di garis akhir.

Ternyata, kami bisa melewatinya.

Pulang Tengah Malam, Makan Nasi Box, Lalu Terbang ke Swiss

Kalau dipikir-pikir, cerita hari itu belum selesai setelah acara berakhir.

Aku baru sampai rumah sekitar pukul 12 malam. Apakah langsung tidur karena sudah kelelahan?

Tentu tidak.

Aku justru membuka dua nasi box yang kubawa pulang.

Jadi, selama acara berlangsung, aku membawa pulang dua nasi box yang tidak sempat kumakan di lokasi. Bukan karena sengaja menyimpan makanan untuk bekal tengah malam, melainkan karena saat itu aku benar-benar tidak berselera makan. Rasanya mual terus, jadi makanan yang ada pun tidak tersentuh.

Sesampainya di rumah, akhirnya aku makan bersama Bapak.

Satu nasi box untukku, satu lagi untuk Bapak.

Jam satu malam, kami makan bersama dengan kaki jegang. Kalau kata orang Jawa, jegang itu menggambarkan posisi kaki yang dinaikkan satu ala ala makan di sawah wkwk.

Setelah makan, barulah aku mandi dan bersiap tidur.

Jangan tanya berapa lama proses untuk terlelap.

Dalam sekejap, rasanya aku sudah mimpi jalan-jalan ke Swiss.

Mungkin tubuhku memang sudah tidak sanggup diajak berkompromi lagi. Setelah beberapa hari berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dilanjutkan dengan aktivitas seharian di lokasi acara, akhirnya kasur menjadi tempat paling mewah yang bisa kunikmati malam itu.

Tidak perlu tiket pesawat, tidak perlu paspor, tidak perlu mengurus visa. Cukup rebahan, lalu berangkat ke Swiss lewat mimpi. Gratis pula!

Ternyata, Ada Banyak Hal yang Bisa Dipelajari

Kalau ditanya apa yang paling berkesan dari pengalaman menjadi bagian dari panitia ulang tahun Excellent ke-15, mungkin jawabannya bukan hanya tentang acaranya.

Aku belajar bahwa di balik sebuah kegiatan yang terlihat menyenangkan, ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh orang-orang di belakangnya.

Ada ide yang harus diwujudkan, koordinasi yang harus dijaga, keputusan yang harus diambil, dan berbagai kemungkinan yang harus dihadapi. Tidak semuanya berjalan sesuai rencana, tetapi bukan berarti semuanya gagal.

Aku juga belajar bahwa mengerjakan beberapa tanggung jawab sekaligus membutuhkan kemampuan untuk menentukan prioritas. Sebagai seorang sales, aku tetap perlu memastikan kebutuhan klien tertangani dengan baik. Sebagai bagian dari tim acara, aku juga punya tanggung jawab yang tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Keduanya sama-sama penting, sehingga aku perlu belajar mengatur waktu dan energi dengan lebih bijak.

Namun, pengalaman ini juga mengingatkanku bahwa bekerja keras bukan berarti harus selalu memaksakan diri. Ada saatnya kita perlu bergerak lebih cepat, tetapi ada juga saatnya kita harus menyadari bahwa tubuh membutuhkan istirahat.

Aku bersyukur bisa menjadi bagian dari pengalaman ini. Meski ada rasa lelah, kewalahan, dan beberapa momen ketika rasanya ingin menyelesaikan semuanya sekaligus, pada akhirnya ada kepuasan tersendiri ketika melihat apa yang kami persiapkan bisa dinikmati bersama.

Ulang tahun Excellent yang ke-15 bukan hanya tentang bertambahnya usia perusahaan. Buatku, ini juga menjadi bagian dari perjalanan belajar, bekerja sama, dan bertumbuh bersama orang-orang di dalamnya.

Dan setelah semua kesibukan itu, aku punya satu kesimpulan sederhana: ternyata aku bisa melewati hari-hari yang sebelumnya terasa begitu padat.

Meski untuk sementara, cita-cita pergi ke Swiss cukup diwujudkan lewat mimpi dulu.

Besoknya? Ya, kembali bekerja. Klien masih menunggu, email masih berdatangan, dan kehidupan sales tetap berjalan seperti biasa.

Karena ternyata, setelah acara selesai, yang benar-benar berakhir hanyalah acaranya. To-do list? Tetap punya episode berikutnya.

Post navigation

❮ Previous Post: Kunjungan ke Lemhannas: Pengalaman yang Berbeda dari Biasanya
Next Post: Rasanya Seperti Masuk ke Film: Kunjungan ke Data Center ❯

You may also like

Uncategorized
Ketika SOP dan Disiplin Menjadi Budaya, Bukan Sekadar Prosedur
April 21, 2026
Uncategorized
Misi Rahasia di Rak Camilan: Menyusun Hadiah Game Tanpa Ikut Kalap Jajan
March 16, 2026
Uncategorized
Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
September 16, 2026
Uncategorized
Hari Ini Aku Naik Motor Lagi
March 2, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jajanan Kecil dan Perhatian Besar
  • Rasanya Seperti Masuk ke Film: Kunjungan ke Data Center
  • Di Balik Ulang Tahun Excellent ke-15: Antara Cuan & Deadline
  • Kunjungan ke Lemhannas: Pengalaman yang Berbeda dari Biasanya
  • Cuaca yang Datang dan Pergi Sesukanya

Recent Comments

  1. asrisahnrd_ on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  2. Ananda Kallila on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  3. asrisahnrd_ on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  4. Ahmad on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  5. asrisahnrd_ on Berbuat Baik Itu Wajib, Tapi Bukan Berarti Tanpa Batas

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 Blognya Asri.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by