Semakin banyak pekerjaan, saya justru belajar bahwa tidak semuanya harus dikerjakan dalam waktu yang bersamaan.
Ada pekerjaan yang memang harus segera diselesaikan, ada yang masih bisa menunggu. Karena itu, sekarang saya mencoba mengurutkan pekerjaan berdasarkan prioritas dan deadline, bukan sekadar dari mana yang paling mudah dikerjakan.
Biasanya saya mulai dari pekerjaan yang paling berdampak atau yang dibutuhkan agar pekerjaan lainnya bisa berjalan. Setelah itu baru lanjut ke pekerjaan berikutnya.
Ternyata, mengatur pekerjaan bukan berarti harus menyelesaikan semuanya sekaligus. Kadang yang dibutuhkan hanya berhenti sebentar, melihat semuanya dengan lebih tenang, lalu menentukan:
“Mana yang harus saya kerjakan dulu?”
Pelan-pelan saya belajar bahwa bekerja dengan prioritas membuat pekerjaan terasa lebih terarah dan kepala juga tidak terlalu penuh.