Skip to content

Blognya Asri

My WordPress Blog

  • Home
  • 2026
  • September
  • 24
  • Mungkin Otak Kita Juga Butuh Hening

Mungkin Otak Kita Juga Butuh Hening

Posted on September 24, 2026 By asrisahnrd_ No Comments on Mungkin Otak Kita Juga Butuh Hening
Uncategorized

Ada hari-hari tertentu ketika aku ingin diam saja.

Bukan karena sedang sedih atau karena sedang marah, kecewa, atau merasa hampa. Mood-ku baik-baik saja. Aktivitas tetap berjalan seperti biasa. Aku masih bisa bekerja, makan, bercanda, bahkan sesekali tertawa.

Tapi entah kenapa, rasanya ingin diam.

Tidak ingin banyak bicara. Tidak ingin menjelaskan sesuatu. Tidak ingin memulai percakapan kalau memang tidak perlu. Bahkan melakukan aktivitas sehari-hari pun rasanya lebih nyaman dalam keadaan tenang, tanpa banyak suara.

Awalnya aku kira ini aneh.

Sampai suatu hari aku penasaran sendiri dan mulai searching, “Kenapa ya kadang kita ingin diam saja padahal sebenarnya baik-baik saja?”

Ternyata, keinginan untuk diam seperti itu bukan sesuatu yang aneh.

Aku menemukan tulisan dari The Positive Psychology People tentang The Power of Silence. Di sana dibahas bahwa diam bukan sekadar tidak adanya suara. Keheningan juga bisa menjadi ruang untuk refleksi, meningkatkan kesadaran diri, fokus, dan memberi kesempatan untuk berhadapan dengan pikiran sendiri.

Dan ternyata, secara sederhana, otak kita memang punya kondisi ketika perhatian tidak sedang diarahkan secara intens ke dunia luar.

Namanya Default Mode Network (DMN).

DMN banyak dikaitkan dengan aktivitas seperti mengingat pengalaman pribadi, berpikir tentang diri sendiri, membayangkan masa depan, mind-wandering, dan membangun semacam cerita internal tentang diri kita.

Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan bahwa ketika kita berada dalam keadaan istirahat dan pikiran berjalan secara spontan, aktivitas DMN berkaitan dengan proses pengaktifan kembali memori yang dapat membantu konsolidasi ingatan. Penelitian lain juga terus melihat hubungannya dengan kreativitas dan pemrosesan emosi.

Jadi mungkin, ketika dari luar kelihatannya aku cuma diam, sebenarnya ada banyak hal yang sedang terjadi di dalam kepala.

Mengulang kejadian hari ini.

Mengingat percakapan yang tadi terjadi.

Memikirkan sesuatu yang bahkan belum sempat aku sadari.

Atau mungkin cuma memberi kesempatan kepada otak untuk berhenti menerima terlalu banyak hal dari luar.

Aku suka dengan gagasan bahwa diam tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah.

Kadang diam ya memang cuma diam.

Tidak semua keheningan harus diisi dengan percakapan. Tidak setiap waktu luang harus diisi dengan scrolling. Tidak setiap perubahan mood harus dicari penyebabnya sampai ketemu.

Ada kalanya kita hanya butuh sedikit ruang untuk tidak melakukan apa-apa.

Duduk.

Mengerjakan sesuatu tanpa banyak bicara.

Menikmati perjalanan tanpa harus terus mendengarkan sesuatu.

Atau sekadar berada di kamar dan membiarkan pikiran berjalan sendiri.

Mungkin selama ini kita terlalu terbiasa dengan kebisingan. Notifikasi, pekerjaan, percakapan, media sosial, musik, video, dan berbagai hal yang membuat otak terus menerima stimulasi.

Sampai ketika suasana tiba-tiba sunyi, kita malah bertanya, “Kok aku begini?”

Padahal mungkin tubuh dan pikiran kita sedang meminta sesuatu yang sederhana:

“Boleh nggak, hari ini kita diam sebentar?”

Dan sepertinya, tidak apa-apa.

Selama diamnya bukan karena sedang memendam sesuatu yang membuat kita semakin terpuruk, tidak ada salahnya menikmati hari dengan sedikit lebih sedikit suara.

Karena ternyata, diam pun bisa menjadi bentuk istirahat. Bukan berarti menjauh dari dunia.

Mungkin hanya sedang kembali sebentar kepada diri sendiri.

Post navigation

❮ Previous Post: Akhirnya Bisa Gunting-Gunting Tanaman Tanpa Diteriakin “Turun Mba”
Next Post: Setiap Kirim Penawaran, Selalu Ada Doanya ❯

You may also like

Uncategorized
Ketika Sportcar Lewat, Mood Kerja Auto Naik!
October 20, 2026
Uncategorized
Segelas Es Teh dan Flu yang Datang
April 24, 2026
Uncategorized
Langkah Menuju Work-Life Balance
April 7, 2026
Uncategorized
Sosok Bulan Ini: Bertumbuh dengan Langkah yang Tenang
July 30, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jajanan Kecil dan Perhatian Besar
  • Rasanya Seperti Masuk ke Film: Kunjungan ke Data Center
  • Di Balik Ulang Tahun Excellent ke-15: Antara Cuan & Deadline
  • Kunjungan ke Lemhannas: Pengalaman yang Berbeda dari Biasanya
  • Cuaca yang Datang dan Pergi Sesukanya

Recent Comments

  1. asrisahnrd_ on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  2. Ananda Kallila on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  3. asrisahnrd_ on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  4. Ahmad on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  5. asrisahnrd_ on Berbuat Baik Itu Wajib, Tapi Bukan Berarti Tanpa Batas

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 Blognya Asri.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by