Skip to content

Blognya Asri

My WordPress Blog

  • Home
  • 2026
  • October
  • 13
  • Membawa Bekal Setiap Hari, Kebiasaan Kecil yang Terbawa Sampai Kerja

Membawa Bekal Setiap Hari, Kebiasaan Kecil yang Terbawa Sampai Kerja

Posted on October 13, 2026 By asrisahnrd_ No Comments on Membawa Bekal Setiap Hari, Kebiasaan Kecil yang Terbawa Sampai Kerja
Uncategorized

Kalau ditanya kenapa hampir setiap hari membawa bekal ke kantor, jawabannya bukan cuma karena ingin menghemat pengeluaran. Ada alasan yang lebih sederhana: memang sudah disiapkan makanan di rumah.

Di rumah, Bapak, Ibu, dan Adik juga membawa bekal masing-masing. Jadi, kalau semuanya membawa bekal, rasanya aneh kalau aku justru berangkat kerja tanpa membawa apa-apa. Sudah seperti tradisi keluarga saja.

Sebenarnya, kebiasaan ini sudah ada sejak aku masih sekolah. Dari zaman sekolah dasar sampai masa-masa sekolah berikutnya, aku terbiasa dibawakan bekal oleh Ibu ntah itu nasi dengan lauk yang lengkap atau sekadar roti dengan buah. Jadi, membawa bekal bukan sesuatu yang baru kulakukan setelah bekerja, melainkan kebiasaan yang sudah terbentuk sejak kecil.

Mungkin karena sudah terbiasa, ketika tidak membawa bekal, rasanya ada yang kurang. Seolah-olah ada sesuatu yang tertinggal, padahal barang-barang lain sudah lengkap dibawa.

Selain lebih hemat, membawa bekal juga membuatku tahu apa yang kumakan. Setidaknya, aku tahu bagaimana makanan itu dimasak, bahan-bahan apa yang digunakan, dan bagaimana prosesnya sebelum sampai ke kotak makan.

Apalagi kalau yang memasak adalah Ibu sendiri. Rasanya lebih tenang karena tahu masakannya dibuat dari bahan-bahan yang biasa digunakan di rumah, tanpa perlu khawatir dengan tambahan bahan yang tidak diketahui. Bukan berarti makanan di luar selalu tidak sehat, tetapi kalau bisa menikmati masakan rumah sendiri, kenapa tidak?

Ada kepuasan tersendiri ketika membuka kotak bekal saat jam makan siang. Menu yang dibawa mungkin sederhana, kadang juga menu yang sudah sering dimakan di rumah. Namun, justru makanan seperti itulah yang terasa akrab.

Kalau dipikir-pikir, membawa bekal memang punya banyak keuntungan. Pengeluaran untuk makan siang bisa lebih ditekan, tidak perlu bingung mencari tempat makan, dan bisa menikmati masakan rumah. Belum lagi kalau satu keluarga sama-sama membawa bekal, semuanya jadi terasa lebih praktis.

Namun, di balik semua keuntungan itu, ada satu hal yang mungkin sering luput disadari: bekal yang dibawa setiap hari adalah salah satu bentuk perhatian kecil dari rumah.

Mungkin bagi Ibu, menyiapkan makanan sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Bagi kami yang membawanya, makanan itu menjadi bekal untuk menjalani aktivitas di luar rumah. Hal sederhana yang dilakukan berulang kali, tetapi manfaatnya terasa sampai ke tempat kerja.

Sampai sekarang, aku belum merasa perlu mengubah kebiasaan ini. Selama masih bisa membawa bekal dari rumah, rasanya tidak ada alasan untuk sengaja meninggalkannya.

Lagipula, selain bisa lebih hemat, bisa makan masakan Ibu setiap hari juga termasuk keuntungan yang tidak selalu dimiliki semua orang.

Jadi, kalau suatu hari melihatku membawa kotak makan ke kantor, ya memang begitu kebiasaannya. Bukan sedang ikut tren hidup hemat, bukan pula sedang menjalani program tertentu. Aku hanya meneruskan kebiasaan sejak kecil, ditambah ada Ibu yang masih rajin memasak untuk keluarga.

Ternyata, kebiasaan sederhana yang dimulai sejak kecil bisa terus terbawa sampai dewasa. Dan kali ini, kebiasaan itu bukan cuma soal membawa makanan, tetapi juga tentang menikmati hal sederhana yang sudah disiapkan dari rumah.

Post navigation

❮ Previous Post: In This Economy: Bertahan Hidup Kok Rasanya Makin Mahal?
Next Post: Di Tengah Bencana, Rakyat Berharap Lebih dari Sekadar Kata-Kata ❯

You may also like

Uncategorized
Kosongkan Gelas, Tapi Jangan Sampai Kehilangan Isinya
October 5, 2026
Uncategorized
Semalam yang Terlalu Mellow (dan Ternyata Aku Sudah Tahu Penyebabnya)
April 22, 2026
Uncategorized
Elus Dada Setiap Membuka Media Sosial
October 23, 2026
Uncategorized
Delapan Bulan Baru Sadar, Ternyata Dinding Kantor Kami Punya Cerita
August 6, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jajanan Kecil dan Perhatian Besar
  • Rasanya Seperti Masuk ke Film: Kunjungan ke Data Center
  • Di Balik Ulang Tahun Excellent ke-15: Antara Cuan & Deadline
  • Kunjungan ke Lemhannas: Pengalaman yang Berbeda dari Biasanya
  • Cuaca yang Datang dan Pergi Sesukanya

Recent Comments

  1. asrisahnrd_ on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  2. Ananda Kallila on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  3. asrisahnrd_ on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  4. Ahmad on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  5. asrisahnrd_ on Berbuat Baik Itu Wajib, Tapi Bukan Berarti Tanpa Batas

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 Blognya Asri.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by