Skip to content

Blognya Asri

My WordPress Blog

  • Home
  • 2026
  • May
  • 29
  • Pagi yang Tiba-Tiba Berubah

Pagi yang Tiba-Tiba Berubah

Posted on May 29, 2026May 29, 2026 By asrisahnrd_ No Comments on Pagi yang Tiba-Tiba Berubah
Uncategorized

Kemarin masih dalam suasana Hari Raya Idul Adha. Kalender masih menunjukkan cuti bersama, artinya tidak ada kewajiban berangkat kerja dan rumah terasa sedikit lebih tenang dari biasanya. Pagi itu aku bangun lebih awal dengan niat sederhana: menyelesaikan cucian yang sudah menumpuk berhari-hari.

Suara mesin cuci yang mulai berputar menjadi suara pertama yang mengisi rumah pagi itu. Cucian memang sudah terlalu banyak tertunda. Beberapa hari terakhir semua orang di rumah sibuk dengan urusannya masing-masing, termasuk aku sendiri, sampai akhirnya ember cucian terasa semakin penuh setiap harinya.

Aku memilih mulai mencuci pagi-pagi sekali sebelum rasa malas datang. Sambil mendengarkan musik favorit, kegiatan yang sebenarnya melelahkan itu terasa sedikit ringan. Ada rasa tenang saat tangan mulai sibuk memilah pakaian, menyalakan mesin cuci, dan bermain dengan air di pagi hari yang masih dingin.

Semua terasa biasa saja.

Sampai tiba-tiba tubuhku seperti kehilangan tenaga dalam hitungan menit.

Rasanya datang begitu cepat tanpa jeda. Badanku mulai menggigil, bukan hanya dingin biasa, tapi seperti gemetar dari dalam tubuh. Kakiku terasa lemas bahkan untuk sekadar berdiri. Pendengaranku berdengung, pandanganku mulai buram, dan kepalaku terasa sangat sakit sampai sulit dijelaskan.

Aku langsung mematikan semuanya. Mesin cuci yang masih menggiling pakaian berhenti begitu saja di tengah proses. Musik di ponsel ikut kumatikan. Aku hanya ingin segera berbaring dan membuat tubuh ini hangat kembali.

Aku mengambil selimut berlapis-lapis dan mencoba memejamkan mata, berharap rasa itu cepat berlalu.

Namun ternyata tidak.

Justru semakin lama tubuhku terasa semakin buruk. Sebenarnya beberapa kali aku pernah mengalami kondisi seperti ini, tetapi tidak pernah seberat pagi itu. Kali ini rasa takut benar-benar muncul karena semuanya terasa sangat mendadak dan terlalu lengkap untuk disebut hanya “tidak enak badan”.

Dengan tubuh yang sudah hampir tidak kuat berdiri, aku memaksakan diri keluar kamar untuk mengambil obat. Setelah meminumnya, aku tertidur sangat pulas sekitar tiga puluh menit. Mesin cuci masih berhenti di tengah jalan, dan cucian masih terendam di ember besar.

Aku terbangun tiba-tiba.

Entah karena suara sekitar atau mungkin karena pikiranku sadar masih ada pekerjaan yang belum selesai.

Saat bangun, tubuhku memang sudah tidak terlalu menggigil, tetapi sakit kepala yang datang setelahnya terasa luar biasa. Demam mulai terasa, dan setiap langkah terasa berat. Namun aku tetap memaksakan diri menyelesaikan cucian.

Aku berjalan perlahan sambil menahan kepala yang berdenyut setiap kali kaki menyentuh lantai. Rasanya seperti ada suara bedug dipukul di dalam kepala setiap kali melangkah.

Satu per satu cucian akhirnya selesai dijemur.

Dan setelah semua pakaian berjejer rapi di jemuran, aku kembali berbaring dengan tubuh yang rasanya benar-benar habis.

Sambil mencoba memejamkan mata, aku terus memikirkan apa yang sebenarnya salah dengan pagi itu. Kenapa tubuh ini bisa tiba-tiba terasa sangat kacau hanya dalam waktu singkat.

Sampai akhirnya aku sadar satu hal sederhana yang sejak tadi terlupakan.

Aku belum sarapan.

Sejak pagi aku langsung sibuk bermain air, mengangkat cucian, mondar-mandir, dan memulai aktivitas tanpa memberi tubuh ini tenaga terlebih dahulu.

Kadang tubuh memang diam terlalu lama sebelum akhirnya memaksa kita berhenti.

Dan dari pagi itu aku belajar, sesibuk apa pun seseorang menjalani hari, tubuh tetap punya batas yang tidak bisa terus diabaikan. Hal-hal sederhana seperti makan tepat waktu, istirahat, dan menjaga diri sering kali terasa sepele sampai akhirnya tubuh sendiri yang memberi peringatan. Hari itu mungkin hanya dimulai dengan cucian yang menumpuk, tetapi berakhir dengan pengingat bahwa menjaga diri sendiri juga bagian dari tanggung jawab yang sering terlupakan.

Post navigation

❮ Previous Post: Gajian Datang, AKFINA Otomatis Terbuka: Kebiasaan Baru yang Mulai Terbentuk Tanpa Disadari
Next Post: Bersyukur di Tengah Kesibukan ❯

You may also like

Uncategorized
Bab Baru Lagi: Kenalan Sama Zimbra
July 3, 2026
Uncategorized
WFH Hari Ini: Ada Saja Cerita Baru Setiap WFH
July 29, 2026
Uncategorized
Gajian Datang, AKFINA Otomatis Terbuka: Kebiasaan Baru yang Mulai Terbentuk Tanpa Disadari
May 26, 2026
Uncategorized
Ilmu Baru dari Sebuah Online Meeting
July 10, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Ketika Banyak Ide Malah Bingung Mau Nulis Apa
  • Ketika Jam Kerja Bapak Berubah, Jam Hidup Serumah Ikut Berubah
  • Belajar Mengelola Emosi di Jalan
  • Kebiasaan Kecil dari Bapak Masih Aku Bawa Sampai Sekarang
  • Tiga Kabar Membahagiakan Hari Ini

Recent Comments

  1. asrisahnrd_ on Ketika Banyak Ide Malah Bingung Mau Nulis Apa
  2. Vavai on Ketika Banyak Ide Malah Bingung Mau Nulis Apa
  3. asrisahnrd_ on Ketika Jam Kerja Bapak Berubah, Jam Hidup Serumah Ikut Berubah
  4. Zahro alhasny on Ketika Jam Kerja Bapak Berubah, Jam Hidup Serumah Ikut Berubah
  5. asrisahnrd_ on Ketika Jam Kerja Bapak Berubah, Jam Hidup Serumah Ikut Berubah

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 Blognya Asri.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by