Bab Baru Lagi: Kenalan Sama Zimbra

Hari ini nambah lagi satu “bab” baru dalam perjalanan saya sebagai tim sales di PT Excellent Infotama Kreasindo. Kali ini giliran kenalan sama Zimbra.

Jujur, sebelum masuk lebih dalam, yang saya tahu cuma, “Oh… Zimbra itu mail server.” Titik. Ternyata setelah mulai belajar, di balik satu layanan itu ada banyak hal yang harus dipahami. Mulai dari cara menghitung kebutuhan lisensi, mekanisme subscription, sampai bagaimana menyusun penawaran harga yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Awalnya lumayan bikin otak mengernyit. Rasanya seperti buka buku pelajaran baru yang halaman pertamanya saja sudah penuh istilah yang asing. Tapi ya namanya juga belajar. Kalau langsung paham semua, nanti otaknya dikira AI lagi.

Yang saya sadari, belajar layanan seperti ini memang tidak cukup sekali duduk. Saya masih perlu banyak menerima request terkait Zimbra, melihat berbagai kebutuhan pelanggan, mungkin juga beberapa kali salah paham (yang penting jangan salah kirim quotation). Dari situ pelan-pelan pasti akan mulai terbiasa.

Saya jadi merasa, setiap kali belajar layanan baru, rasanya seperti membuka buku baru di rak. Bukunya masih kinclong, halamannya masih banyak yang kosong, dan saya baru selesai membaca daftar isinya. Masih panjang perjalanan untuk benar-benar memahami semuanya.

Tapi justru itu yang bikin seru. Hampir setiap minggu selalu ada hal baru yang bisa dipelajari. Kemarin belajar SSL, kemudian Proxmox, lusa Zimbra lagi dengan kasus yang berbeda. Lama-lama rak bukunya makin penuh. Semoga isi kepalanya ikut penuh juga… ilmu ya, bukan overthinking.

Terima kasih, Mas Labib, sudah menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan saya hari ini. Saya yakin ini baru permulaan, jadi ke depannya masih akan ada pertanyaan-pertanyaan lain yang muncul. Mohon maklum ya, Mas, kalau chat saya nanti isinya masih seputar Zimbra.

Perjalanan masih panjang, tapi hari ini saya senang karena setidaknya sudah membuka satu buku baru. Nggak harus langsung tamat hari ini. Yang penting besok tahu sedikit lebih banyak daripada hari ini.

Pelan-pelan saja. Toh semua orang yang sekarang jago, dulu juga pernah bingung lihat istilah-istilah yang sekarang sudah mereka anggap biasa.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *