Hari ini ada pekerjaan yang sedikit berbeda dari biasanya. Kalau biasanya aku lebih banyak berkutat dengan penawaran, follow up klien, dan urusan administrasi lainnya, kali ini aku melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan untuk proses implementasi Proxmox VE.
Sebut saja PT A, ya. Bukan bermaksud misterius, tetapi rasanya lebih aman untuk tidak menyebutkan nama lengkap perusahaan, apalagi setelah melihat sendiri bagaimana ketatnya sistem keamanan di sana.
PT A ini merupakan sebuah data center.
Kemarin aku sempat bercerita tentang kunjungan ke lembaga pemerintahan. Pengalaman itu cukup menarik, meskipun suasananya masih terasa seperti kunjungan kerja pada umumnya. Nah, kali ini berbeda jauh dari ekspektasiku. Jujur, aku tidak menyangka kunjungan kerja ke sebuah data center bisa memberikan pengalaman yang seperti ini.
Ternyata, masuk ke data center tidak sesederhana datang, lapor ke resepsionis, lalu masuk ke gedung.
Satu per satu pemeriksaan sebelum masuk
Perjalanan dimulai dari gerbang masuk. Sebelum bisa melanjutkan perjalanan, kami harus melakukan validasi tiket yang sebelumnya sudah diberikan oleh tim A.
Setelah proses validasi selesai, gerbang besi otomatis terbuka. Bukan gerbang yang harus didorong atau digeser secara manual, ya. Semuanya berjalan otomatis.
Di titik ini saja, aku sudah mulai memperhatikan sekitar.
Setelah gerbang terbuka, kendaraan kami diperiksa. Barang bawaan, tas, hingga pemeriksaan badan juga menjadi bagian dari prosedur yang harus dilalui.
Selesai diperiksa, kami tidak lantas bisa langsung melaju menuju gedung.

Ada penghalang jalan seperti yang terlihat pada gambar di atas. Bentuknya cukup mencolok dengan warna kuning dan hitam. Kalau dilihat sekilas, rasanya seperti penghalang jalan yang biasa muncul dalam adegan film ketika sebuah kendaraan tidak diizinkan melintas.
Tapi ternyata, itu memang bagian dari sistem pengamanan akses kendaraan.
Aku sempat berpikir, Oke, setelah melewati ini, berarti sudah bisa masuk, kan?
Ternyata belum.
Kami masih harus melakukan pemindaian kartu visitor untuk melewati palang berikutnya. Bentuknya kurang lebih seperti palang di gerbang tol, hanya saja fungsinya untuk mengatur akses masuk.
Jadi, tidak cukup hanya punya tujuan yang jelas. Setiap tahap tetap harus dilewati sesuai prosedur.
Masuk gedung pun masih harus melewati pemeriksaan
Setelah melewati rangkaian pemeriksaan di area luar, akhirnya kami sampai di gedung.
Kupikir setelah sampai di sini, setidaknya prosesnya akan sedikit lebih santai.
Ternyata, aku salah lagi. Hahaha.
Untuk keluar masuk area tertentu, kami masih harus melewati pemeriksaan dan validasi akses berkali-kali. Tidak bisa sembarangan masuk ke ruangan atau berpindah area begitu saja.
Setiap akses memiliki prosedurnya sendiri. Semuanya terasa teratur dan terkontrol.
Di sinilah aku mulai benar-benar menyadari bahwa data center bukan sekadar gedung yang berisi banyak server. Ada infrastruktur penting yang harus dijaga, sehingga keamanan fisik dan pembatasan akses menjadi bagian yang sangat serius.
Aku memang bekerja di perusahaan IT dan mulai mengenal berbagai produk infrastruktur, salah satunya Proxmox VE. Namun, bisa melihat langsung lingkungan tempat teknologi tersebut diimplementasikan memberikan pengalaman yang berbeda.
Selama ini, aku lebih sering mengenal dunia IT dari sisi pekerjaan, seperti memahami kebutuhan klien, menyiapkan penawaran, atau berkoordinasi dengan tim teknis. Kali ini, aku mendapat kesempatan untuk melihat langsung salah satu lingkungan operasionalnya.
Dan ternyata, ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari bahkan sebelum proses implementasi dimulai.
Kukira cuma aku yang merasa takjub
Jujur, selama melewati semua pemeriksaan tadi, aku merasa seperti sedang berada di dalam film.
Bukan film aksi yang tokoh utamanya sedang menyusup ke gedung rahasia, ya. Hahaha. Tapi lebih ke suasana keamanan berlapis yang selama ini hanya kulihat melalui layar.
Mulai dari validasi tiket, gerbang otomatis, pemeriksaan kendaraan dan barang bawaan, penghalang jalan, pemindaian kartu visitor, sampai pemeriksaan akses ketika keluar masuk gedung.
Semuanya terasa nyata karena kali ini aku mengalaminya sendiri.
Awalnya, aku sempat berpikir, jangan-jangan reaksiku terlalu berlebihan. Maklum, ini pengalaman yang cukup baru buatku. Bisa jadi aku saja yang terlalu takjub melihat sistem keamanan seperti ini secara langsung.
Eh, ternyata Mas Zaidan dan Mas Rafi juga ikut terheran-heran dan amazed dengan ketatnya sistem keamanan di sana.
Ternyata bukan aku saja yang merasa begitu. :”)
Rasanya cukup melegakan mengetahui bahwa ternyata kami sama-sama punya reaksi yang kurang lebih serupa.
Ternyata dunia kerja bisa memberiku pengalaman seperti ini
Kalau dipikir-pikir, salah satu hal menarik dari pekerjaan adalah kesempatan untuk bertemu dengan lingkungan yang berbeda-beda.
Hari ini aku bisa belajar tentang kebutuhan klien, besok mungkin berkesempatan melihat lingkungan operasional perusahaan, dan di lain waktu bisa mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya bahkan tidak pernah terpikirkan.
Aku memang bukan orang yang sejak awal memiliki latar belakang IT. Karena itu, setiap kesempatan untuk melihat langsung bagaimana dunia infrastruktur bekerja terasa cukup berharga bagiku.
Ada hal-hal yang mungkin terlihat biasa bagi orang yang sudah sering berkunjung ke data center, tetapi bisa menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi orang yang baru pertama kali melihatnya.
Kunjungan hari ini menjadi salah satunya.
Aku datang untuk mengikuti pekerjaan implementasi Proxmox VE, tetapi pulang dengan cerita lain yang tidak kalah menarik: pengalaman melihat langsung bagaimana ketatnya sistem keamanan di sebuah data center.
Dan satu hal yang kupelajari hari ini, ternyata pengalaman kerja tidak selalu datang dalam bentuk ilmu baru yang kita pelajari dari layar komputer. Kadang, pengalaman itu datang ketika kita berkesempatan melihat dan merasakan langsung sesuatu yang selama ini hanya kita bayangkan.
Setidaknya, sekarang aku punya cerita baru untuk ditulis di blog.
Dan sepertinya, kalau nanti ada kesempatan berkunjung ke data center lagi, aku sudah tidak akan terlalu kaget.
Mungkin, ya.
Karena kalau ternyata sistem keamanannya lebih ketat lagi, sepertinya aku bakal kembali takjub. Hahaha.
