Belakangan ini cuaca rasanya sulit ditebak. Pagi bisa cerah sekali, matahari bersinar seolah hari akan berlangsung baik-baik saja. Siangnya mulai panas, lalu tiba-tiba langit mendung. Tidak lama kemudian, hujan turun begitu saja, kadang deras, kadang hanya sebentar, lalu berhenti lagi seperti tidak terjadi apa-apa.
Sepertinya kita sudah mulai memasuki musim hujan.
Ada yang menyenangkan dari musim hujan. Udara jadi lebih sejuk, suara rintik air kadang terasa menenangkan, dan suasana mendung membuat rebahan terlihat jauh lebih menarik daripada biasanya. Apalagi kalau sedang di rumah, tidak punya banyak urusan di luar, dan bisa menikmati hujan tanpa harus memikirkan jalanan yang becek.
Masalahnya, hidup tidak selalu memberi kita kemewahan untuk menikmati hujan dari balik jendela.
Ada pekerjaan yang harus diselesaikan, perjalanan yang harus ditempuh, dan rencana yang sudah disusun sejak pagi. Ketika cuaca berubah tiba-tiba, semuanya bisa ikut berubah. Berangkat dengan langit cerah, pulang-pulang harus berhadapan dengan hujan deras. Belum lagi jalanan yang mulai macet, genangan air di mana-mana, dan pakaian yang terlanjur basah karena merasa tidak perlu membawa payung.
Kadang yang membuat kesal bukan hujannya, melainkan ketidakpastian yang datang bersamanya.
Namun, kalau dipikir-pikir, cuaca memang tidak pernah berjanji akan selalu sesuai dengan perkiraan kita. Kita saja yang terkadang terlalu percaya diri menyusun rencana berdasarkan keadaan saat itu.
Langit cerah bukan jaminan seharian akan cerah. Begitu pula mendung tidak selalu berarti hujan akan turun. Kita hanya bisa memperkirakan, mempersiapkan diri, lalu menyesuaikan keadaan ketika sesuatu yang tidak terduga benar-benar terjadi.
Mungkin itu juga alasan mengapa memasuki musim hujan membuat kita perlu sedikit lebih siap. Membiasakan diri membawa payung atau jas hujan, memeriksa perkiraan cuaca sebelum bepergian, dan menyediakan waktu lebih untuk perjalanan. Hal-hal kecil yang mungkin terasa merepotkan, tetapi bisa menyelamatkan kita dari kerepotan yang lebih besar.
Dan rasanya, ada pelajaran sederhana yang bisa diambil dari cuaca akhir-akhir ini: tidak semua hal bisa kita kendalikan, tetapi kita tetap bisa mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Kita boleh berharap hari berjalan sesuai rencana. Boleh juga merasa kesal ketika hujan datang di waktu yang tidak tepat. Namun, setelah itu, kita tetap perlu mencari cara agar bisa melanjutkan apa yang memang harus diselesaikan.
Sama seperti cuaca, hidup juga punya waktunya sendiri untuk berubah. Ada hari-hari yang terasa terang dan berjalan lancar, ada juga hari-hari mendung yang membuat semuanya terasa sedikit lebih berat. Kita tidak selalu bisa memilih keadaan yang datang, tetapi setidaknya kita bisa belajar untuk tidak terlalu mudah dibuat berantakan olehnya.
Untuk sekarang, sepertinya sudah waktunya kembali membiasakan diri membawa payung ke mana-mana. Sebab, mengandalkan langit yang cerah saja rasanya sudah tidak cukup.
Selamat datang, musim hujan. Semoga hujannya membawa kesejukan, bukan kebocoran atap, banjir, atau kemacetan panjang di jalan.
Karena menikmati hujan itu menyenangkan, selama kita tidak sedang menjadi bagian dari orang-orang yang kehujanan di tengah perjalanan.
