Kadang, ketika merencanakan sesuatu, saya terlalu sibuk membayangkan bagaimana semuanya akan berjalan dengan baik. Apa yang perlu disiapkan, bagaimana hasilnya nanti, dan betapa menyenangkannya jika semua berjalan sesuai harapan.
Tidak ada yang salah dengan itu. Memiliki harapan dan berpikir positif tentu penting. Namun, belakangan saya menyadari bahwa ada satu hal yang terkadang terlupakan: memikirkan kemungkinan lain ketika kenyataan tidak berjalan sesuai rencana.
Misalnya, ketika hendak pergi ke suatu tempat, kita sudah memperkirakan waktu perjalanan berdasarkan kondisi jalan yang normal. Kita merasa waktu yang tersedia cukup, bahkan mungkin masih ada sedikit waktu luang. Namun, bagaimana jika ternyata jalanan macet? Bagaimana jika ada keperluan mendadak atau sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan?
Hal-hal seperti ini sering kali baru dipikirkan ketika sudah terjadi.
Padahal, mempersiapkan diri bukan berarti kita sedang berpikir negatif. Justru, kita sedang berusaha memahami bahwa tidak semua hal berada dalam kendali kita.
Berharap yang Terbaik, Bersiap untuk Kemungkinan Lain
Saya mulai memahami bahwa merencanakan sesuatu seharusnya tidak hanya berisi daftar tentang apa yang ingin dicapai, tetapi juga pertimbangan tentang apa yang mungkin menghambatnya.
Kalau sebuah rencana membutuhkan waktu dua jam, misalnya, apakah kita sudah memperhitungkan kemungkinan adanya keterlambatan? Jika sebuah pekerjaan bergantung pada orang lain, apakah kita sudah memikirkan langkah berikutnya apabila respons yang dibutuhkan belum datang?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti itu mungkin terdengar berlebihan jika semuanya berjalan lancar. Namun, justru pertanyaan tersebut bisa membantu kita ketika keadaan mulai berbeda dari yang diperkirakan.
Kita tidak harus menyiapkan jawaban untuk setiap kemungkinan. Tentu saja, tidak mungkin memprediksi semuanya. Namun, setidaknya kita bisa mengenali risiko yang cukup masuk akal dan memikirkan langkah sederhana untuk mengantisipasinya.
Tidak Semua Hal Bisa Dikendalikan
Ada hal yang bisa kita persiapkan dengan baik, tetapi tetap tidak berjalan sesuai harapan. Kita sudah berusaha tepat waktu, tetapi jalanan tidak bisa diprediksi. Kita sudah menyelesaikan bagian pekerjaan kita, tetapi proses berikutnya membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.
Dalam situasi seperti itu, persiapan memang tidak selalu menjamin hasil yang sempurna. Namun, persiapan bisa membantu kita menentukan apa yang perlu dilakukan ketika menghadapi perubahan.
Menurut saya, di sinilah pentingnya membedakan antara mengendalikan keadaan dan mempersiapkan diri menghadapi keadaan.
Kita tidak selalu bisa mengendalikan apa yang terjadi, tetapi kita bisa berusaha mengendalikan respons kita terhadapnya.
Daripada langsung panik ketika rencana berubah, kita bisa mencoba melihat pilihan yang masih tersedia. Daripada sibuk menyalahkan keadaan, kita bisa mengevaluasi bagian mana yang masih bisa diperbaiki.
Bukan berarti kita tidak boleh kecewa. Wajar jika sesuatu yang sudah direncanakan dengan baik ternyata tidak berjalan sesuai keinginan. Namun, akan lebih baik jika kekecewaan itu tidak membuat kita kehilangan arah sepenuhnya.
Belajar Berpikir Lebih Matang
Saya rasa, salah satu bentuk kedewasaan adalah kemampuan untuk melihat sesuatu dari lebih dari satu kemungkinan.
Bukan hanya bertanya, “Bagaimana kalau semuanya berjalan lancar?”
Melainkan juga, “Kalau ternyata tidak berjalan sesuai rencana, apa yang bisa saya lakukan?”
Pertanyaan kedua tidak harus membuat kita khawatir. Sebaliknya, pertanyaan itu bisa membuat kita lebih tenang karena kita tahu bahwa setidaknya ada hal-hal yang sudah dipertimbangkan sebelumnya.
Pada akhirnya, hidup tidak selalu memberikan hasil sesuai skenario yang kita susun. Ada hal yang berjalan lebih mudah dari perkiraan, ada yang membutuhkan usaha lebih besar, dan ada pula yang harus kita terima meskipun sudah berusaha sebaik mungkin.
Mungkin kita memang tidak perlu memikirkan semua kemungkinan sampai ke detail terkecil. Namun, kita juga tidak perlu terlalu yakin bahwa semuanya akan berjalan sesuai harapan.
Berharap yang terbaik tetaplah penting. Hanya saja, jangan sampai kita lupa mempersiapkan diri untuk kemungkinan lainnya.
Sebab, rencana yang baik bukan hanya tentang bagaimana mencapai tujuan ketika semuanya berjalan lancar, tetapi juga tentang bagaimana tetap melangkah ketika keadaan berubah.
