Ada masa ketika saya pikir menjadi dewasa itu tentang punya pekerjaan, punya penghasilan sendiri, bisa mengurus semuanya sendiri, lalu selesai.
Ternyata tidak sesederhana itu.
Belakangan saya merasa, semakin bertambah umur, semakin banyak hal yang kelihatannya sederhana tetapi ternyata membutuhkan banyak energi. Bangun pagi, berangkat kerja, membalas pesan, menyelesaikan pekerjaan, belajar sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dipahami, memikirkan rencana besok, lalu pulang dan berharap besok tidak ada hal aneh-aneh.
Tapi biasanya tetap ada.
Dulu saya pikir bekerja itu tinggal bekerja. Kalau ada tugas, ya dikerjakan. Kalau selesai, ya selesai.
Sekarang saya tahu ada email yang harus di-follow up, ada orang yang harus ditanya, ada pekerjaan yang ternyata menunggu pekerjaan orang lain, ada sesuatu yang harus dipelajari sendiri karena sebelumnya tidak pernah tahu, dan ada kalanya satu pekerjaan kecil bisa berubah menjadi lima pekerjaan lain.
Kadang saya sampai berpikir,
“Ini sebenarnya saya kerja atau sedang memainkan game dengan side quest yang tidak ada habisnya?”
Tapi mungkin memang seperti itu prosesnya.
Ada banyak hal yang dulu tidak saya mengerti, sekarang perlahan mulai saya pahami. Bukan berarti sudah pintar. Justru seringnya masih sambil bertanya, sambil googling, sambil membaca ulang, sambil memastikan, “Ini maksudnya apa, ya?”
Dan menurut saya, tidak apa-apa.
Saya mulai menyadari bahwa bertumbuh ternyata tidak selalu terasa seperti pencapaian besar. Kadang bentuknya cuma berani bertanya ketika tidak tahu, tidak malu mengakui kalau belum paham, atau bisa menyelesaikan sesuatu yang beberapa bulan lalu rasanya mustahil.
Ada juga hari-hari ketika rasanya tidak berkembang sama sekali.
Bangun, kerja, pulang.
Besoknya begitu lagi.
Tapi mungkin hidup memang tidak selalu harus terasa progresif setiap hari. Ada hari untuk maju, ada hari untuk bertahan, dan ada hari yang tugasnya cuma memastikan kita tidak menyerah.
Saya juga mulai belajar bahwa tidak semua hal harus langsung punya jawaban.
Tentang pekerjaan, masa depan, uang, hubungan dengan orang lain, bahkan tentang diri sendiri.
Kadang kita memang hanya perlu menjalani dulu sambil perlahan mencari tahu.
Lucunya, dulu saya sering ingin cepat-cepat menjadi “orang dewasa” yang tahu harus melakukan apa.
Sekarang malah ingin bilang kepada diri sendiri:
Santai. Tidak tahu juga tidak apa-apa. Kita belajar sambil jalan.
Mungkin usia bertambah bukan berarti kita akhirnya punya semua jawaban.
Mungkin justru kita semakin sadar bahwa ternyata masih banyak yang belum kita tahu.
Dan anehnya, saya mulai menikmati itu.
Setidaknya sekarang kalau ada sesuatu yang tidak saya mengerti, saya tidak langsung berpikir, “Wah, saya bodoh.”
Saya lebih sering berpikir,
“Oke. Ini belum saya tahu. Berarti sekarang waktunya belajar.”
Pelan-pelan saja.
Toh, hidup bukan ujian yang harus selesai sebelum bel berbunyi.
Dan kalau ternyata hidup memang seperti game dengan banyak side quest, ya sudah.
Kita kerjakan satu-satu.
