Kalau dengar kata bebenah, yang biasanya langsung muncul di kepala adalah rumah berantakan, baju yang belum dilipat, meja penuh barang, atau piring yang masih numpuk di dapur.
Padahal, ternyata bebenah bukan cuma soal membuat rumah terlihat lebih rapi.
Ada hal menarik dari kegiatan sederhana ini. Bebenah juga bisa menjadi salah satu cara untuk menenangkan pikiran.
Aku sendiri kadang merasa, ketika kepala sedang penuh, rasanya mau mengerjakan apa pun jadi malas. Padahal belum tentu yang membuat capek itu pekerjaan fisik. Bisa saja karena terlalu banyak hal yang sedang dipikirkan.
Anehnya, dalam kondisi seperti itu, melakukan hal kecil seperti merapikan meja, melipat baju, atau mengembalikan barang ke tempatnya justru bisa membuat perasaan sedikit lebih lega.
Bukan karena semua masalah tiba-tiba selesai, tentu saja.
Tapi setidaknya ada satu hal yang berhasil kita bereskan.
Ternyata Ada Hubungannya dengan Pikiran
Beberapa penelitian tentang lingkungan yang berantakan dan kondisi psikologis menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sekitar dapat berkaitan dengan bagaimana seseorang merasa dan memproses informasi.
Ketika melihat terlalu banyak barang berserakan, otak menerima banyak rangsangan visual. Sebaliknya, ketika lingkungan lebih tertata, suasana bisa terasa lebih tenang dan kita lebih mudah memusatkan perhatian.
Makanya, mungkin ada alasan kenapa setelah selesai beberes kita sering merasa, “Nah, sekarang enakan.”
Padahal yang berubah cuma posisi barang-barang.
Tapi ternyata yang terasa lebih ringan bukan cuma ruangan. Pikiran juga bisa ikut mendapatkan efeknya.
Bebenah Bisa Jadi Bentuk “Reset”
Menurutku bagian paling menarik dari bebenah adalah efek reset-nya.
Misalnya setelah pulang kerja, kamar sedang tidak terlalu berantakan, tapi ada beberapa barang yang belum pada tempatnya. Daripada langsung rebahan sambil scrolling, kita mulai membereskan satu per satu.
Lipat baju.
Rapikan meja.
Buang sampah.
Susun barang.
Tidak perlu sampai rumah kinclong seperti habis photoshoot.
Cukup beberapa menit.
Tanpa sadar, perhatian kita berpindah dari hal-hal yang ada di kepala ke sesuatu yang bisa kita lihat dan selesaikan langsung.
Dan mungkin itu yang membuat bebenah terasa menenangkan.
Ada hasil yang bisa langsung dilihat.
Berbeda dengan beberapa masalah dalam hidup yang sudah dipikirkan berkali-kali pun belum tentu menemukan jawabannya.
Tidak Harus Menunggu Rumah Berantakan
Yang menarik, bebenah juga tidak harus dilakukan ketika rumah sudah seperti kapal pecah.
Justru kebiasaan kecil mungkin lebih terasa ringan.
Hari ini merapikan meja.
Besok membereskan lemari.
Lusa mungkin cuma mengembalikan barang ke tempat semula.
Tidak perlu menjadikan beberes sebagai proyek besar.
Karena tujuan akhirnya bukan punya rumah yang sempurna.
Mungkin cukup punya ruang yang membuat kita merasa lebih nyaman ketika berada di dalamnya.
Dan kalau ternyata setelah rumah sedikit lebih rapi kepala juga terasa sedikit lebih tenang, ya, anggap saja itu bonus.
Kadang yang Perlu Dibereskan Bukan Hidup, Tapi Meja
Ada hari ketika kita merasa hidup sedang terlalu ramai.
Banyak pekerjaan.
Banyak pesan yang belum dibalas.
Banyak hal yang harus dipikirkan.
Banyak rencana yang belum selesai.
Dalam kondisi seperti itu, kita memang tidak selalu bisa langsung menyelesaikan semuanya.
Tapi kita bisa mulai dari sesuatu yang paling sederhana.
Bereskan meja.
Rapikan tempat tidur.
Lipat pakaian.
Buang barang yang sudah tidak diperlukan.
Setidaknya hari itu ada satu sudut kecil yang menjadi lebih tertata.
Dan mungkin dari sana kita belajar satu hal sederhana:
Tidak semua hal harus langsung selesai. Kadang, cukup mulai dengan membereskan satu hal kecil yang bisa kita kendalikan.
Ternyata bebenah memang bukan cuma tentang rumah yang berantakan.
Kadang, bebenah adalah cara kecil untuk memberi jeda pada kepala yang sedang terlalu ramai.
