Sudah cukup lama sebenarnya aku ingin mencoba olahraga selain jogging. Bukan karena bosan jogging juga, cuma rasanya ingin sesekali melakukan sesuatu yang berbeda. Akhirnya kesempatan itu datang hari Sabtu kemarin, ketika aku dan dia janjian untuk sepedaan dari rumah sampai ke Grand Wisata.
Tujuan utamanya adalah tepi danau.

Pagi-pagi kami berangkat dengan sepeda masing-masing. Awalnya biasa saja, menikmati perjalanan sambil ngobrol dan sesekali melihat sekitar. Sampai akhirnya aku sadar kalau ada satu masalah kecil dari sepeda yang aku pakai.
Remnya tidak bisa digunakan.
Awalnya masih mencoba santai. Toh tinggal gowes pelan-pelan, pikirku. Tapi ternyata setelah benar-benar di jalan, rasanya agak berbeda. Setiap ada motor yang mau menyalip dari belakang, aku langsung lebih waspada. Kalau biasanya tinggal tekan rem, kali ini tidak bisa.
Jadi kalau mau berhenti atau memperlambat, aku harus menggunakan kaki.
Masalahnya, kaki aku juga nggak sampai ke tanahhhhh, ini sepedanya yang ketinggian atau aku yang terhenti tumbuh tinggi.
Akhirnya sepanjang perjalanan aku benar-benar lebih banyak gowes pelan. Kalau ada kendaraan dari belakang, rasanya harus lebih hati-hati. Bukan perjalanan yang terlalu jauh sebenarnya, tapi karena kondisi sepeda seperti itu, rasanya perjalanan jadi lebih panjang dari biasanya.
Begitu akhirnya sampai di tepi danau, rasanya lega juga. Walaupun aku juga memikirkan “masih ada perjalanan pulang kerumah dengan permasalahan yang sama yaitu rem”ðŸ˜
Di sana suasananya cukup sepi. Hamparan airnya tenang dan pagi itu terasa lebih santai setelah sebelumnya cukup fokus dengan perjalanan. Aku duduk di hamparan terpal biru, menikmati suasana, dan rasanya seperti, “enak banget ya Allah olahraga pagi-pagi begini ke danau yang tenang jauh dari suara sibuk lalu lintas”
Walaupun sebenarnya ada satu tujuan lain yang tidak kalah penting.
Makan.
Kami akhirnya makan ketan dan tempe goreng yang disiram bumbu kacang. Entah karena memang lapar setelah bersepeda atau bagaimana, makanan sederhana seperti itu terasa enak sekali. Rasanya cocok banget dimakan setelah olahraga. Menulis ini jadi pengen bikin makan lagi dengan suasana yang sama.
Dari situ aku jadi kepikiran, memang ada perbedaan antara bangun pagi untuk olahraga dan bangun pagi untuk menghabiskan hari libur dengan tidur.
Kalau tidur, tentu saja lebih nyaman. Bisa rebahan, tidak perlu panas-panasan, dan tidak perlu capek.
Tapi ketika akhirnya memilih bangun dan keluar rumah, ada rasa puas yang berbeda. Bisa melihat suasana pagi, menggerakkan badan, ngobrol, sampai menemukan tempat untuk duduk dan makan sesuatu.
Hari Sabtu kemarin akhirnya tidak cuma jadi hari libur yang dihabiskan di rumah.
Aku memang pulang dengan badan yang sedikit capek, tapi rasanya justru lebih puas.
Dan untuk perjalanan berikutnya, mungkin ada satu hal yang perlu dipastikan lebih dulu:
remnya harus berfungsi.
