Ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul setiap hari Rabu.
Biasanya pertanyaan itu muncul dari tetangga saat aku pagi pagi selalu nyapu jalanan.
“Loh, Mba Asri di rumah? Nggak kerja, Mba?”
Dan entah kenapa, jawabanku selalu otomatis keluar tanpa perlu mikir.
“Iyaa Bu, kalau Rabu WFH.”
Kalimat itu sudah seperti template yang tersimpan di otak. Saking seringnya diucapkan, mungkin kalau suatu hari ada yang nanya lagi, jawabannya tetap sama persis, intonasinya juga.
Lucunya, setelah itu hampir selalu ada balasan yang sama.
“Wih… enak dong.”
Nah, di titik ini aku cuma bisa senyum sambil mengangguk.
Padahal yang mereka lihat cuma bagian “di rumah”-nya.
Yang nggak kelihatan adalah laptop yang dari pagi belum ditutup.
Notifikasi WhatsApp yang bunyinya nggak kenal jam.
Email yang terus masuk.
Meeting online.
WFH memang bikin suasana kerja jadi lebih santai. Nggak perlu berangkat pagi, nggak kena macet, dan bisa kerja pakai baju yang lebih nyaman. Tapi tetap saja, namanya kerja ya tetap kerja. Target tetap ada, deadline tetap jalan, dan kalau ada yang harus diselesaikan ya harus selesai.
Karena hari Rabu jadi semacam jeda kecil dari rutinitas berangkat ke kantor. Bisa mulai kerja tanpa buru-buru mengejar waktu di jalan. Energi yang biasanya habis untuk perjalanan bisa dipakai buat hal lain.
Dan tentu saja, ada bonus kecil.
Setiap Rabu jadi punya “interaksi rutin” dengan tetangga.
Pertanyaannya selalu sama.
Jawabanku juga selalu sama.
Dialognya bahkan rasanya bisa ditebak.
Tetangga: “Nggak kerja, Mba?”
Aku: “Kerja kok, Bu. Kalau Rabu WFH.”
Tetangga: “Wih… enak dong.”
Aku dalam hati:
“Kalau lihat layar laptopku dari jam 8 pagi sampai sore, mungkin kalimatnya berubah.” 😂
Tapi ya begitulah.
Bekerja dari rumah memang sering disalahartikan sebagai “libur di rumah”. Padahal kenyataannya, cuma pindah lokasi kerja dari kantor ke rumah.
Walaupun begitu…
Izinkan aku sedikit pamer.
Hehe.
Ini salah satu privilege yang aku syukuri sebagai bagian dari tim Excellent. Kebijakan WFH seminggu sekali memang sederhana, tapi rasanya cukup berarti. Bisa bekerja dengan suasana yang berbeda tanpa mengurangi tanggung jawab.
Jadi kalau nanti hari Rabu ketemu aku lagi di rumah…
Silakan tanya lagi.
Kemungkinan besar jawabanku masih tetap sama.
“Iyaa, kalau Rabu WFH.”
Dan aku juga sudah hafal jawaban berikutnya.
“Wih… enak dong.” 😄

Dulu saya kepingin kerja di perusahaan yang bisa begini, Asri. Dan nggak dapat.
WFH tiap Rabu itu privilege. Banyak yang nggak dapat, malah kerjanya jauh dan berangkat pagi bisa pulang malam.
Betul Pak Boss, saya juga dulu selalu berharap bisa kerja yang perjalanan tanpa KRL atau transum karena sepengalaman saya kuliah ke bogor, KRL dan transum lainnya menguras tenaga. Alhamdulillah rezeki dapat kerja di Excellent yang masih bisa dijangkau motor Boss hehe