Skip to content

Blognya Asri

My WordPress Blog

  • Home
  • 2026
  • July
  • 17
  • Saat Ide Blog Ikut Tidur, Botol Minumku Malah Mengajak Ngobrol

Saat Ide Blog Ikut Tidur, Botol Minumku Malah Mengajak Ngobrol

Posted on July 17, 2026 By asrisahnrd_ No Comments on Saat Ide Blog Ikut Tidur, Botol Minumku Malah Mengajak Ngobrol
Uncategorized

Hari ini sepertinya otakku sedang mogok.

Biasanya setelah makan siang aku masih bisa mencari ide blog. Tapi entah kenapa hari ini beda. Menjelang sore, rasa kantuknya benar-benar luar biasa. Mata rasanya berat, pikiran kosong, layar laptop sudah dibuka, kursor berkedip-kedip, tapi… tidak ada satu pun topik yang muncul.

Akhirnya aku melakukan aktivitas yang sering dilakukan orang ketika sedang mentok berpikir: melamun.

Pandanganku berkeliling meja kerja sampai akhirnya berhenti di satu benda yang setiap hari menemaniku. Botol minum.

Di botol itu tertulis cukup besar, “Genggam Tangan”, lengkap dengan logo dua tangan yang saling berpegangan.

Melihat tulisan itu, tiba-tiba aku malah teringat ucapan salah satu temanku.

Temanku ini memang spesialis mengeluarkan komentar yang… ya begitulah. Tidak bikin marah, tapi bikin pengen ngelus kepalanya pakai pentungan. 🤣

Waktu itu dia melihat botol minumku lalu langsung berkomentar,

“Ih, botol apaan ini? Mereknya enggak jelas. Genggam Tangan.”

Aku cuma melirik sebentar lalu lanjut minum.

Soalnya aku sudah hafal karakter dia. Memang hobinya iseng. Jadi daripada capek menanggapi, lebih baik diabaikan saja.


Padahal kalau dipikir-pikir, memang benar sih. Merek Genggam Tangan mungkin terdengar asing bagi banyak orang. Bukan merek yang sering muncul di mall, bukan yang sering dipamerkan influencer, apalagi yang viral di media sosial.

Tapi justru di situlah nilai botol ini buatku.

Aku membeli botol minum ini saat mengikuti kegiatan volunteer di sebuah panti asuhan. Jadi setiap kali memegangnya, yang teringat bukan mereknya, melainkan momen ketika aku mendapatkannya.

Sampai sekarang pun masih kupakai setiap hari.

Bahkan belum ada keinginan sedikit pun untuk membeli botol baru.


Kadang aku heran melihat fenomena sekarang.

Konsep awal menggunakan tumbler, kan, supaya kita mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Intinya adalah memakai satu botol berkali-kali agar sampah berkurang.

Tapi sekarang justru muncul fenomena yang menurutku agak lucu.

Perusahaan tumbler terus mengeluarkan model baru.

Hari ini warna baru.

Minggu depan edisi baru.

Bulan depan kolaborasi baru.

Limited edition.

Seasonal edition.

Anniversary edition.

Dan masih banyak lagi.

Belum lagi media sosial yang membuat orang merasa, “Wah, yang itu lucu ya. Yang ini juga pengen.”

Aku bahkan pernah melihat sebuah reels di Instagram yang membahas hal ini. Isinya mempertanyakan bagaimana sebuah produk yang awalnya membawa misi mengurangi konsumsi berlebihan justru ikut mendorong budaya membeli barang yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan.

Kalau setiap tren baru membuat kita membeli tumbler lagi, lalu lagi, dan lagi…

Bukankah akhirnya kita tetap mengonsumsi lebih banyak barang?


Tentu saja tidak ada yang salah kalau memang seseorang membutuhkan tumbler baru. Misalnya yang lama rusak, bocor, atau kapasitasnya memang tidak sesuai kebutuhan.

Yang jadi pertanyaan adalah ketika kita membeli hanya karena takut ketinggalan tren.

Padahal botol yang lama masih berfungsi dengan sangat baik.

Seperti botol minumku ini.

Mungkin mereknya tidak terkenal.

Mungkin kalau dilihat orang lain biasa saja.

Mungkin juga masih akan dikomentari temanku dengan kalimat-kalimat menyebalkan berikutnya.

Tapi selama masih bisa dipakai, masih menemani minum setiap hari, dan masih mengingatkanku pada pengalaman volunteer yang menyenangkan, rasanya tidak ada alasan untuk menggantinya.


Lucunya lagi, dari botol minum yang sempat diejek itulah akhirnya lahir tulisan ini.

Ternyata memang benar, inspirasi bisa datang dari mana saja. Bahkan dari sebuah tumbler yang sedang diam di atas meja.

Dan mungkin… lain kali kalau aku kehabisan ide blog lagi, aku tinggal melihat sekeliling meja. Siapa tahu ada benda lain yang siap “mengobrol” denganku.

Post navigation

❮ Previous Post: Ternyata Aku Lebih Cepat Menemukan Buku daripada Selesai Membacanya
Next Post: Serunya Jadi Orang Umur 20-an ❯

You may also like

Uncategorized
Habit Tak Tertulis di Hari Kamis
January 15, 2026
Uncategorized
Hari Pertama Menuju Sistem Kerja yang Lebih Terpusat
June 29, 2026
Uncategorized
Peraturan Rumah
February 26, 2026
Uncategorized
Ketika SOP dan Disiplin Menjadi Budaya, Bukan Sekadar Prosedur
April 21, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Ketika Banyak Ide Malah Bingung Mau Nulis Apa
  • Ketika Jam Kerja Bapak Berubah, Jam Hidup Serumah Ikut Berubah
  • Belajar Mengelola Emosi di Jalan
  • Kebiasaan Kecil dari Bapak Masih Aku Bawa Sampai Sekarang
  • Tiga Kabar Membahagiakan Hari Ini

Recent Comments

  1. asrisahnrd_ on Ketika Banyak Ide Malah Bingung Mau Nulis Apa
  2. Vavai on Ketika Banyak Ide Malah Bingung Mau Nulis Apa
  3. asrisahnrd_ on Ketika Jam Kerja Bapak Berubah, Jam Hidup Serumah Ikut Berubah
  4. Zahro alhasny on Ketika Jam Kerja Bapak Berubah, Jam Hidup Serumah Ikut Berubah
  5. asrisahnrd_ on Ketika Jam Kerja Bapak Berubah, Jam Hidup Serumah Ikut Berubah

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 Blognya Asri.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by