Skip to content

Blognya Asri

My WordPress Blog

  • Home
  • 2026
  • October
  • 15
  • Datang Tepat Waktu Juga Butuh Kedewasaan

Datang Tepat Waktu Juga Butuh Kedewasaan

Posted on October 15, 2026 By asrisahnrd_ No Comments on Datang Tepat Waktu Juga Butuh Kedewasaan
Uncategorized

Semakin bertambah usia, rasanya semakin banyak hal yang perlu dipelajari. Bukan cuma soal pekerjaan, mencari uang, atau bagaimana menjadi orang yang lebih dewasa, tetapi juga hal-hal sederhana yang sebenarnya sudah sering kita dengar sejak kecil. Salah satunya adalah manajemen waktu.

Dulu, mungkin kita berpikir bahwa mengatur waktu hanya sebatas membuat jadwal kegiatan atau mengingat kapan harus melakukan sesuatu. Padahal, dalam praktiknya, manajemen waktu jauh lebih luas daripada itu. Ada kemampuan untuk memperkirakan, mempertimbangkan kemungkinan, dan mengambil keputusan sebelum sesuatu terjadi.

Contoh paling sederhana adalah ketika kita punya janji dengan seseorang.

Misalnya, kita sudah berjanji bertemu pukul 09.00. Artinya, bukan berarti kita baru mulai bersiap-siap pukul 08.00, lalu berangkat seadanya dengan harapan perjalanan akan berjalan lancar. Kita perlu memikirkan beberapa hal terlebih dahulu. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bersiap-siap? Berapa lama perjalanan menuju lokasi? Bagaimana kondisi lalu lintas pada jam tersebut? Apakah ada kemungkinan macet, hujan, atau kendala lain di perjalanan?

Kalau perjalanan biasanya membutuhkan waktu satu jam, mungkin kita perlu berangkat satu setengah jam sebelumnya. Dengan begitu, masih ada waktu cadangan jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai perkiraan.

Kelihatannya sederhana, tetapi kebiasaan seperti ini menunjukkan bagaimana seseorang merencanakan kegiatannya.

Jangan Hanya Mengandalkan Keberuntungan

Menurutku, salah satu kesalahan dalam mengatur waktu adalah terlalu mengandalkan keadaan agar berjalan sesuai keinginan kita.

Berangkat mepet dengan harapan jalanan tidak macet. Bersiap-siap terlalu dekat dengan waktu keberangkatan dengan harapan semuanya bisa selesai tepat waktu. Atau menganggap perjalanan kali ini pasti lebih cepat karena kemarin tidak terlalu ramai.

Padahal, kita tahu bahwa ada banyak hal yang tidak bisa dikendalikan.

Kita tidak bisa mengatur kondisi lalu lintas, menghentikan hujan, atau memastikan tidak ada kendala di jalan. Namun, kita masih bisa mengatur kapan harus mulai bersiap dan seberapa banyak waktu cadangan yang perlu disediakan.

Di sinilah pentingnya memperkirakan kemungkinan terburuk, bukan untuk berpikir negatif, melainkan untuk mempersiapkan diri.

Kalau ternyata jalanan lancar dan kita sampai lebih awal, bagus. Kita punya waktu untuk duduk sebentar, menenangkan diri, atau mempersiapkan hal yang akan dilakukan. Namun, kalau ternyata macet, kita tidak perlu terlalu panik karena sudah memperhitungkan kemungkinan tersebut.

Bukankah lebih baik menunggu beberapa menit daripada membuat orang lain menunggu terlalu lama?

Semakin Dewasa, Semakin Perlu Bisa Memperkirakan

Bagiku, bertambah usia seharusnya membuat kita semakin terbiasa berpikir beberapa langkah ke depan.

Bukan berarti semua hal harus direncanakan secara kaku atau setiap kegiatan harus dihitung sampai ke menit terakhir. Hidup tetap punya banyak kejutan. Akan selalu ada hal-hal yang berjalan di luar rencana.

Namun, setidaknya kita belajar membedakan mana yang memang berada di luar kendali dan mana yang sebenarnya bisa kita antisipasi.

Kalau sudah tahu perjalanan ke suatu tempat membutuhkan waktu satu jam, seharusnya kita bisa memperhitungkannya. Kalau tahu bersiap-siap membutuhkan waktu 30 menit, jangan mulai bersiap 15 menit sebelum berangkat. Kalau tahu jam-jam tertentu rawan macet, jangan menggunakan perkiraan waktu perjalanan saat jalanan lengang sebagai satu-satunya acuan.

Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi kebiasaan memperkirakan waktu akan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk urusan pekerjaan, pertemuan, maupun kegiatan pribadi.

Kita juga perlu belajar bahwa waktu persiapan dan waktu perjalanan adalah dua hal yang berbeda. Jangan sampai kita merasa sudah memperhitungkan waktu perjalanan, tetapi lupa bahwa kita masih perlu mandi, berpakaian, menyiapkan barang, dan melakukan berbagai hal lainnya sebelum benar-benar berangkat.

Semua itu membutuhkan waktu.

Kalau Terpaksa Terlambat, Jangan Menghilang Begitu Saja

Tentu saja, meskipun sudah membuat perencanaan, ada kalanya kita tetap terlambat. Bisa karena kecelakaan yang menyebabkan jalan ditutup, kendaraan bermasalah, atau kondisi mendadak lainnya.

Menurutku, yang perlu diperhatikan bukan hanya bagaimana kita mengatur waktu, tetapi juga bagaimana kita bersikap ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan.

Jika sudah memperkirakan akan terlambat, sebaiknya segera beri kabar kepada orang yang sedang menunggu. Sampaikan kondisi sebenarnya dan perkiraan waktu kedatangan jika memungkinkan. Jangan membiarkan orang lain menunggu tanpa kepastian.

Apalagi jika keterlambatannya cukup lama.

Kita mungkin menganggap keterlambatan itu sebagai hal biasa, tetapi orang lain juga punya jadwal, pekerjaan, dan kepentingan yang perlu dihargai. Mereka sudah menyediakan waktu untuk bertemu dengan kita. Ketika kita datang terlambat tanpa kabar, waktu merekalah yang ikut terdampak.

Pada akhirnya, menghargai waktu bukan hanya tentang disiplin terhadap jadwal sendiri, tetapi juga tentang menghargai waktu orang lain.

Belajar Bertanggung Jawab atas Waktu Sendiri

Aku rasa, manajemen waktu bukan kemampuan yang langsung sempurna dalam satu malam. Kita perlu membiasakan diri, mengevaluasi kebiasaan, dan belajar dari pengalaman.

Mulai dari hal sederhana, seperti mengecek lokasi sebelum berangkat, memperkirakan durasi perjalanan, menyiapkan barang sejak malam sebelumnya, hingga menyediakan waktu cadangan untuk hal-hal yang tidak terduga.

Kita tidak harus selalu datang paling awal. Kita juga tidak harus menjalani hari dengan jadwal yang padat dan serba terburu-buru. Yang penting, kita mampu mengelola waktu dengan baik dan tidak menjadikan keterlambatan sebagai kebiasaan yang terus dimaklumi.

Sebab, semakin dewasa, semakin banyak tanggung jawab yang kita miliki. Dan salah satu bentuk tanggung jawab itu adalah kemampuan mengatur diri sendiri, termasuk mengatur waktu.

Pada akhirnya, kita memang tidak bisa mengendalikan semua hal yang terjadi dalam sehari. Namun, kita bisa belajar untuk lebih siap menghadapi kemungkinan yang ada.

Karena tepat waktu bukan sekadar soal datang sesuai jadwal, melainkan tentang perencanaan, kedisiplinan, dan menghargai waktu yang dimiliki, baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

Post navigation

❮ Previous Post: Di Tengah Bencana, Rakyat Berharap Lebih dari Sekadar Kata-Kata
Next Post: Silaturahmi yang Baik, Meski Kerja Sama Telah Usai ❯

You may also like

Uncategorized
Hari yang Paling Dinanti Tim: Hari Gajian!
June 26, 2026
Uncategorized
Hari Ini Aku Naik Motor Lagi
March 2, 2026
Uncategorized
Waktu Terasa Cepat Saat Ternyata Tubuh Mulai Merasakan yang Namanya Betah
July 27, 2026
Uncategorized
Hari Pertama Kembali ke Kantor: Pelajaran Berharga dari Pak Ali
March 30, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Jajanan Kecil dan Perhatian Besar
  • Rasanya Seperti Masuk ke Film: Kunjungan ke Data Center
  • Di Balik Ulang Tahun Excellent ke-15: Antara Cuan & Deadline
  • Kunjungan ke Lemhannas: Pengalaman yang Berbeda dari Biasanya
  • Cuaca yang Datang dan Pergi Sesukanya

Recent Comments

  1. asrisahnrd_ on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  2. Ananda Kallila on Ternyata, yang Paling Berkesan Bukan Destinasinya
  3. asrisahnrd_ on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  4. Ahmad on Telepon dari Brunei di Tengah Kesibukan Kantor
  5. asrisahnrd_ on Berbuat Baik Itu Wajib, Tapi Bukan Berarti Tanpa Batas

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 Blognya Asri.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
...
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by