Ada satu hal sederhana yang sering kita anggap sepele, tapi dampaknya besar dalam kehidupan sehari-hari: ketelitian. Kadang saya merasa sudah mengerjakan sesuatu dengan benar. Sudah selesai. Sudah klik kirim. Sudah submit. Sudah lapor. Tapi beberapa jam kemudian muncul pesan atau koreksi kecil yang membuat saya terdiam, “Sepertinya ada yang kurang.” Di situlah rasa campur aduk … Read More “Belajar Membiasakan Diri untuk Teliti” »
Month: February 2026
Ada satu fase dalam hidup di mana kita terlalu sering melihat ke luar, sampai lupa menengok ke dalam. Melihat pencapaian orang lain, membandingkan proses mereka dengan langkah kita, lalu diam-diam merasa tertinggal. Dari situlah rasa insecure sering tumbuh—pelan tapi pasti. Padahal, setiap orang berjalan di jalurnya masing-masing. Aku mulai menyadari bahwa kemampuan diri tidak selalu … Read More “Mengenal Diri, Menerima Proses” »
Hari ini saya kembali belajar satu hal penting tentang diri saya sendiri: mencoba dan menghadapi hal positif yang baru. Pagi ini, saya mendapat kepercayaan untuk menjadi moderator dalam kegiatan briefing rutin mingguan bersama seluruh tim. Biasanya, briefing dilakukan secara offline di markas, dengan suasana yang sudah sangat familiar. Namun kali ini berbeda, briefing dilakukan secara … Read More “Belajar Tenang Menghadapi Hal Baru” »
Hari ini saya menerima sebuah undangan buka bersama yang terasa berbeda dari biasanya. Undangan tersebut sekaligus menjadi momen perpisahan resmi saya sebagai asisten dosen di Sekolah Vokasi IPB. Ada rasa senang, haru, dan sedikit tidak percaya bahwa fase ini akhirnya benar-benar sampai di titik akhir. Menjadi asisten dosen ternyata jauh lebih dari sekadar membantu kegiatan … Read More “Menutup Satu Bab, Membuka Bab Baru” »
Hari ini sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Aku tidak membawa bekal dari rumah. Padahal, seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, membawa bekal sudah menjadi rutinitas kecil yang cukup konsisten dalam keseharianku. Namun, ada satu kebiasaan tak tertulis di kantor yang selalu kutunggu setiap minggunya: hari Kamis adalah hari jajan bersama. Hari di mana kami sepakat untuk … Read More “Kamis Tanpa Bekal” »
Aku baru saja membaca artikel berjudul “Buka Blak” yang ditulis oleh Pak Dahlan Iskan di Catatan Harian Dahlan Disway. Terus terang, aku ini bukan orang yang paham dunia saham. Bahkan bisa dibilang masih awam banget. Selama ini, saham di pikiranku cuma soal angka naik turun di layar, grafik warna merah dan hijau, serta istilah-istilah yang … Read More “Pandangan Pribadi dari Aku yang Belum Kenal Dunia Saham” »
Di kantorku, ada satu kebiasaan kecil yang sebenarnya sederhana, tapi hangat: makan real food hasil kukusan. Jagung, ubi, kacang, pisang—semuanya dikukus tanpa tambahan apa pun. Yang membawanya bergiliran, tidak terjadwal secara kaku, tapi semua saling mengingat. Bahan mentahnya disediakan oleh kantor, lalu dibawa pulang oleh yang kebagian giliran. Saat giliranku tiba, biasanya aku membawa bahan … Read More “Pagi yang Berantakan, Tapi Tetap Sampai Tepat Waktu” »
Membaca artikel “PT Bukan” yang ditulis oleh Pak Dahlan Iskan di Disway memberi saya ruang refleksi tentang kepemimpinan, cara berpikir institusi, dan bagaimana reformasi seharusnya dijalankan di sektor strategis seperti pasar modal. Gaya tulisan Pak Dahlan yang ringan namun tajam kembali menunjukkan bahwa isu besar tidak selalu harus dibahas dengan bahasa yang rumit. Justru melalui … Read More “Ketika Kepemimpinan dan Reformasi Pasar Modal Dipandang “Bukan Sekadar PT”” »