Kalau ada yang bertanya, “Barang apa yang paling nggak boleh ketinggalan selain dompet dan handphone?” jawabanku sekarang pasti omeprazole.
Bukan karena aku hobi minum obat, tapi karena aku tahu tubuhku sendiri.
Aku punya riwayat GERD atau asam lambung akut. Sudah empat kali aku masuk rumah sakit gara-gara penyakit ini. Jadi setiap kali asam lambung mulai naik, rasanya bukan sekadar perut perih. Dadaku bisa terasa sesak, mual, badan lemas, sampai rasanya cuma ingin rebahan dan nggak melakukan apa-apa.
Dari situ aku belajar satu hal. Penyakit itu nggak pernah izin dulu sebelum datang.
Kadang lagi enak kerja, lagi di jalan, lagi ngobrol sama orang, atau bahkan lagi merasa badan sehat-sehat saja. Tiba-tiba muncul. Makanya sekarang aku selalu memastikan ada omeprazole di dalam tasku. Syukur-syukur nggak kepakai. Tapi kalau suatu saat dibutuhkan, aku nggak perlu panik mencari apotek atau menahan rasa sakit.
Dan ternyata, obat yang kubawa hari ini bukan cuma berguna untukku.
Sore ini, tiba-tiba Mbak Zahro terlihat pucat. Dari yang biasanya aktif mengobrol, beliau jadi diam saja. Wajahnya juga kelihatan menahan sakit. Setelah ditanya, ternyata asam lambungnya sedang kambuh.
Refleks aku langsung bilang, “Mbak, aku ada omeprazole.”
Untungnya memang selalu kubawa.
Beliau langsung meminumnya, lalu kami menunggu beberapa saat. Pelan-pelan kondisinya mulai membaik. Wajahnya yang tadi pucat mulai kembali normal, dan beliau sudah mulai bisa mengobrol lagi. Melihat itu rasanya ikut lega.
Momen kecil sore ini mengingatkanku lagi kalau kebiasaan membawa obat pribadi itu ternyata sesederhana itu manfaatnya. Mungkin hari-hari sebelumnya omeprazole itu hanya diam di dalam tas dan tidak pernah keluar. Tapi begitu benar-benar dibutuhkan, rasanya seperti, “Untung ya tadi dibawa.”
Sekarang aku sudah nggak pernah berpikir membawa obat itu berlebihan. Justru menurutku itu sama seperti membawa payung saat musim hujan. Kita memang berharap tidak hujan, tapi kalau ternyata hujan turun, kita sudah siap.
Jadi buat siapa pun yang punya penyakit yang sewaktu-waktu bisa kambuh, entah itu asam lambung, asma, migrain, atau yang lainnya, jangan malas membawa obat pribadi. Semoga memang tidak pernah dipakai. Tapi kalau suatu hari dibutuhkan, kamu pasti akan bersyukur karena sudah mempersiapkannya.
Kalau dipikir-pikir, omeprazole di tasku mungkin ukurannya kecil. Tapi setelah beberapa kali menyelamatkanku dari kambuhnya GERD, dan hari ini membantu Mbak Zahro juga, rasanya obat kecil itu jadi salah satu barang yang paling penting untuk kubawa ke mana pun.
Makasih yaa, Asrii π«Άπ»
Kembali kasih mbaa zahrooo,syafakillah biar besok kita minum kopi lagi ya mbaa π
Lebih baik Asri maupun Zahro lihat-lihat Youtube pak Bayu Diningrat, guru saya. Cari yang terkait asam lambung. Obat alaminya apa. Ini akan menyembuhkan secara permanen. Bentuknya makanan, bukan obat. Lebih baik dicoba daripada ketergantungan terus menerus
Siap, terima kasih banyak atas sarannya, Pak Boss. Kebetulan langsung saya cari dan tonton video Pak Bayu yang terkait asam lambung.
Untungnya saya masih keturunan Jawa, jadi cukup bisa memahami pembahasan mengenai obat herbal untuk lambung dari Pak Bayu, walaupun penggunaan bahasanya sangat kromo dan cukup halus π.
Akan saya pelajari dan coba terapkan sarannya, Pak Boss. Terima kasih sudah berbagi referensi dan mengingatkan untuk mencari solusi yang lebih alami.