
Salah satu budaya yang selalu dijaga di lingkungan Excellent adalah briefing rutin setiap minggunya. Mungkin bagi sebagian orang, briefing hanya dilakukan ketika akan memulai project atau kegiatan tertentu. Namun di Excellent, briefing memiliki makna yang lebih luas dari sekadar koordinasi pekerjaan.
Briefing menjadi ruang untuk membahas banyak hal. Mulai dari follow up pekerjaan yang sedang berjalan, kendala urgent yang harus segera diselesaikan, hingga sesi sharing yang sering kali memberikan pelajaran berharga bagi seluruh tim. Tidak jarang, dari briefing sederhana justru muncul banyak refleksi kehidupan yang relevan untuk diterapkan sehari-hari.
Seperti briefing pagi hari ini.
Setelah beberapa topik pekerjaan selesai dibahas, Pak Boss menyampaikan materi dari tulisan beliau yaitu Menunggu dan Mencari Pembenaran. Materi tersebut mengingatkan bahwa dalam hidup, terkadang manusia terlalu lama menunggu pembenaran atas keadaan yang terjadi. Padahal tidak semua hal membutuhkan pembelaan atau validasi dari orang lain. Ada saatnya seseorang cukup fokus memperbaiki diri, menjalani proses, dan membiarkan waktu menjawab semuanya dengan sendirinya.
Dari materi tersebut, saya belajar bahwa tidak semua hal harus dijelaskan secara panjang lebar kepada orang lain. Kadang, tindakan nyata jauh lebih berarti dibandingkan mencari pengakuan atau pembenaran.
Kemudian Kang Asep juga menyampaikan pesan sederhana namun sangat dalam maknanya, yaitu pentingnya untuk terus menjadi orang baik dan melakukan segala sesuatu dengan hati yang ikhlas.
Ikhlas bukan hanya sekadar ucapan di lisan, tetapi juga harus terlihat dalam perilaku sehari-hari. Keikhlasan akan membawa banyak pengaruh positif untuk kehidupan di masa depan. Ketika seseorang benar-benar ikhlas dalam membantu, bekerja, ataupun memperlakukan orang lain dengan baik, maka kebaikan tersebut pada akhirnya akan kembali dengan caranya sendiri.
Sebaliknya, ketika ada orang yang berbuat tidak baik kepada kita, kehidupan memiliki prinsip tabur tuai yang berjalan dengan sendirinya. Tidak perlu membalas dengan keburukan yang sama.
Hal lain yang juga sangat membekas dari briefing hari ini adalah tentang pentingnya meminta maaf. Ketika melakukan kesalahan kepada orang lain, utamakan untuk segera meminta maaf dengan tulus, baik dari lisan maupun hati. Urusan dimaafkan atau tidak adalah hal yang berbeda. Yang terpenting adalah menyelesaikan kewajiban kita sebagai manusia untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
Kadang pelajaran terbesar justru hadir dari ruang briefing sederhana di pagi hari. Bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.
Leave a Reply