WFH Hari Ini, Ditemani GERD yang Kambuh

Hari ini aku menjalani aktivitas work from home seperti biasa. Laptop menyala sejak pagi, daftar pekerjaan sudah menunggu untuk diselesaikan, dan berbagai email serta pesan masuk silih berganti. Namun, ada satu hal yang membuat hari ini sedikit berbeda: GERD yang kembali kambuh.

Kalau dipikir-pikir, penyebabnya bukan karena kesibukan yang membuatku lupa makan. Justru sebaliknya, aku merasa lalai karena tidak segera makan saat waktunya tiba. Kemarin, aku belum merasa lapar sehingga memilih menunda makan. Rasanya saat itu tidak ada masalah. Aku berpikir tubuhku baik-baik saja dan mungkin masih bisa menunggu sedikit lebih lama.

Ternyata, lambung memiliki pendapat yang berbeda.

Hari ini aku merasakan konsekuensinya. Rasa tidak nyaman mulai muncul sejak pagi. Dada terasa sedikit sesak dan panas, perut terasa tidak enak, dan ada sensasi yang membuat tubuh terasa kurang nyaman untuk beraktivitas seperti biasa. Kondisi yang mungkin terlihat sepele bagi orang lain, tetapi cukup menguras energi ketika harus tetap bekerja dan berkonsentrasi di depan layar sepanjang hari.

Pengalaman hari ini menjadi pengingat bahwa rasa lapar bukan satu-satunya tanda bahwa tubuh membutuhkan makanan. Ada kebutuhan biologis yang tetap berjalan meskipun kita tidak merasakannya secara langsung. Terkadang, tubuh tidak memberikan sinyal lapar yang kuat, tetapi bukan berarti kita boleh mengabaikan jadwal makan begitu saja.

Saat WFH, aku merasa lebih mudah terjebak dalam pola seperti ini. Karena berada di rumah, aku merasa bisa makan kapan saja. Tidak ada jam istirahat yang benar-benar mengharuskan berhenti bekerja. Tidak ada perjalanan ke kantin atau ajakan makan dari rekan kerja. Akibatnya, waktu makan menjadi lebih fleksibel—dan kadang terlalu fleksibel hingga akhirnya terlewat.

Hari ini aku berusaha lebih ramah pada tubuh sendiri. Makan dengan porsi yang sesuai, memilih makanan yang lebih nyaman untuk lambung, memperbanyak minum air hangat, dan mengurangi hal-hal yang bisa memicu naiknya asam lambung. Di sela pekerjaan, aku juga mencoba mengingatkan diri bahwa menjaga kesehatan bukanlah sesuatu yang dilakukan saat sakit saja, melainkan kebiasaan yang dibangun setiap hari.

GERD yang kambuh hari ini mungkin bukan pengalaman yang menyenangkan. Namun, ada pelajaran sederhana yang bisa diambil: jangan menunggu lapar untuk mulai peduli pada tubuh. Kadang-kadang, disiplin terhadap jadwal makan jauh lebih penting daripada mengikuti rasa lapar yang belum tentu datang tepat waktu.

Hari ini, di antara pekerjaan yang berjalan dari rumah, lambung kembali mengingatkanku bahwa kesehatan selalu layak mendapat prioritas.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *