Hari ini aku menjalani rutinitas yang baru sebagai sales yaitu berkunjung ke perusahaan klien. Agendanya adalah membahas support preventive maintenance Zimbra, namun seperti banyak hari lainnya, yang paling membekas justru bukan soal pembahasan itu sendiri, melainkan pengalaman aku sebagai seorang sales.
Setiap kali masuk ke lingkungan klien, rasanya seperti masuk ke dunia yang berbeda. Cara mereka menyambut, suasana kantor, hingga ritme kerja yang terasa dari percakapan singkat, semuanya memberi kesan tersendiri. Di momen seperti ini aku kembali diingatkan bahwa peran sales bukan hanya datang membawa penawaran, tetapi hadir sebagai seseorang yang mau mendengar. Kadang, klien tidak membutuhkan penjelasan panjang, mereka hanya ingin merasa ditemani dan diyakinkan bahwa ada orang yang bisa diandalkan.
Dalam pertemuan hari ini, aku berusaha menahan diri untuk tidak terburu-buru. Aku memilih untuk lebih banyak mendengar, membangun obrolan, dan memahami sudut pandang mereka. Dari situ aku semakin sadar bahwa menjual itu tidak selalu harus terlihat seperti menjual. Kepercayaan tidak muncul dari kata-kata yang rapi, tapi dari sikap yang tulus dan kehadiran yang konsisten.
Perjalanan hari ini belum selesai ketika meeting berakhir. Di jalan pulang, aku dihadapkan pada kenyataan klasik: macet total. Yang membuatku cukup terkejut, aku sempat berpikir bahwa setelah banyak pekerja beralih menggunakan KRL, jalanan akan terasa lebih lengang. Ternyata tidak. Masih begitu banyak pekerja yang bertahan di jalan raya, dengan motor dan mobil, terjebak di kemacetan yang sama, di waktu yang sama.
Di tengah jalan yang padat dan pergerakan yang lambat, aku sempat merenung. Setiap orang yang ada di jalan ini pasti sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Ada yang lelah secara fisik, ada yang pikirannya penuh, ada juga yang sedang menahan penat demi tanggung jawab yang tidak selalu terlihat. Aku pun salah satunya.
Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menyesuaikan diri dengan banyak karakter, menjaga sikap tetap profesional di berbagai kondisi. Tapi hari ini, di balik rasa capek itu, ada perasaan bangga yang pelan-pelan tumbuh. Bukan karena hasil akhir atau angka, melainkan karena aku tahu aku sudah menjalani peranku sebaik mungkin: datang, mendengar, dan berusaha memberi rasa aman.
Leave a Reply