Makan Siang Gratis Lagi Emang?

Hari ini dimulai dengan sebuah pengumuman yang cukup menyenangkan di grup Telegram kantor. Sejak pagi sudah ada himbauan untuk seluruh tim agar tidak membawa bekal karena akan ada makan siang bersama.

Membaca pesan itu, rasanya langsung lega. Biasanya sebelum berangkat kerja aku harus memastikan bekal sudah siap. Bahkan menu hari ini sebenarnya sudah ada di kepala: tumis kangkung. Tapi karena tahu siang nanti akan makan bersama, aku jadi lebih santai dan tidak buru-buru masuk dapur seperti biasanya.

Saat menyampaikan kabar itu ke ibu, aku sudah siap dengan pertanyaan yang sering muncul, “Terus nanti makan siangnya pakai apa?”

Ternyata yang keluar justru kalimat lain.

“Makan siang gratis lagi emang?”

Dan jawabannya: iya, betul sekali.

Hari ini makan siang seluruh tim disponsori oleh pak boss yang akhirnya kembali ke markas setelah menjalani proses pengobatan dan pemulihan pasca operasi. Tentu saja kabar kembalinya beliau menjadi hal yang membahagiakan, dan makan siang bersama ini menjadi salah satu bentuk syukur sekaligus kebersamaan yang bisa dirasakan oleh seluruh tim.

Biasanya kalau ada agenda makan siang bersama, akan diberikan batas anggaran tertentu untuk setiap orang. Namun kali ini tidak ada ketentuan budget yang disebutkan.

Walaupun begitu, ya tetap harus mawas diri juga ya saat memilih menu. Jangan mentang-mentang tidak ada batasan lalu tiba-tiba pesan menu yang membuat bagian keuangan mempertanyakan keputusan hidup kita.

Sepertinya hampir semua orang memiliki pemikiran yang sama. Begitu informasi itu muncul, mungkin banyak yang langsung membuka Google, GoFood, GrabFood, atau aplikasi lainnya untuk melakukan riset kecil-kecilan. Bukan mencari makanan terenak, melainkan mencari makanan terenak yang masih terasa pantas untuk dipilih.

Tak lama kemudian, bermunculan berbagai usulan menu dari tim. Total ada tujuh pilihan yang diajukan. Jujur saja, melihat daftar menunya membuatku berpikir, “Kalau makan beginian setiap hari, mungkin rasanya sudah seperti Nagita Slavina.”

Pilihan-pilihannya benar-benar menggoda selera.

Setelah melalui proses voting yang cukup seru, akhirnya tersisa dua menu dengan suara terbanyak: Chicken Katsu & Gyoza Bento dari Kimukatsu dan Bebek Kaleyo.

Dua-duanya sama-sama menggiurkan. Tim pun akhirnya menentukan pilihan dan menunggu waktu makan siang tiba.

Saat jam istirahat datang, suasana kantor terasa sedikit berbeda dari biasanya. Kami menikmati makan siang bersama dengan cara masing-masing. Ada yang makan sambil mengobrol, ada yang fokus menikmati makanannya, ada yang sesekali bercanda, dan ada juga yang memanfaatkan waktu istirahat untuk sekadar duduk santai sambil menikmati suasana.

Momen seperti ini sebenarnya sederhana. Hanya makan siang bersama. Namun di tengah rutinitas pekerjaan yang sering kali padat, kesempatan untuk berkumpul dan menikmati waktu tanpa membahas pekerjaan secara serius terasa cukup menyenangkan.

Yang paling berkesan justru bukan soal menu yang dipilih atau makanan yang datang. Melainkan rasa kebersamaan yang muncul dari hal-hal sederhana seperti ini.

Maaf ya, Kangkung. Hari ini aku lagi makan siang gratis.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *