Hari ini akhirnya aku naik motor lagi. Sendirian. Setelah satu tahun penuh nggak pernah berani bawa motor sendiri.
Kalau dipikir-pikir, satu tahun itu lama banget. Awalnya cuma berhenti sebentar karena ada kejadian yang bikin aku takut. Kupikir cuma butuh waktu buat nenangin diri. Tapi ternyata, makin lama nggak nyoba, makin besar rasa takutnya. Sampai akhirnya aku selalu cari alasan buat nggak bawa motor sendiri. Entah nunggu dianter, entah milih transportasi lain. Rasanya lebih aman begitu.
Tapi pagi tadi beda. Entah kenapa aku bangun dengan pikiran, “Udah cukup.” Masa iya aku terus-terusan lari dari rasa takut? Jadi aku putuskan buat coba lagi. Nggak usah mikir jauh-jauh, nggak usah mikir nanti gimana. Cukup hari ini aja.
Pas pertama kali duduk di atas motor dan pegang setangnya lagi, rasanya campur aduk. Deg-degan jelas. Tangan agak kaku. Bahkan waktu nyalain mesin pun ada rasa ragu sepersekian detik. Tapi yaudah, aku tetap jalan.
Begitu masuk ke jalan yang padat, langsung terasa tantangannya. Kendaraan besar lewat kanan kiri—truk, bus—badannya tinggi, suaranya berisik dan kadang bikin kaget. Jalanan macet merayap, semua orang kayaknya buru-buru, sementara aku cuma berusaha tetap tenang. Sempat kepikiran, “Kenapa sih harus lewat sini?” Tapi ya memang ini jalanku hari ini, dan aku nggak bisa muter balik cuma karena takut.
Di tengah kondisi itu, aku belajar fokus sama hal-hal kecil. Nggak usah mikir yang aneh-aneh. Cukup jaga jarak. Pelan aja. Atur napas. Kalau mulai panik, tarik napas dalam-dalam, hembuskan pelan. Aku juga berhenti bandingin diri sama pengendara lain yang kelihatan santai banget. Mereka punya cerita masing-masing. Aku juga punya proses sendiri.
Setiap beberapa meter yang berhasil kulewati tanpa panik, rasanya kayak menang kecil. Waktu ada kendaraan besar lewat dekat, aku memang masih tegang, tapi nggak sampai bikin berhenti. Aku tetap jalan. Tetap pegang kendali.
Dan ternyata… aku bisa.
Sampai tujuan rasanya lega banget. Kayak beban yang setahun ini nempel pelan-pelan mulai lepas. Memang belum sepenuhnya santai, belum langsung jadi super pede. Tapi hari ini aku sudah membuktikan satu hal penting: aku nggak selemah yang kupikir.
Hari ini bukan cuma soal naik motor. Ini soal berdamai sama rasa takut. Soal berhenti menyalahkan diri sendiri karena pernah trauma. Soal kasih kesempatan lagi buat diri sendiri buat coba.
Pelan-pelan nggak apa-apa. Yang penting nggak berhenti.
Dan hari ini, untuk langkah kecil tapi berarti ini, aku bangga banget sama diri sendiri.
Leave a Reply