Hari ini saya kembali belajar satu hal penting tentang diri saya sendiri: mencoba dan menghadapi hal positif yang baru.
Pagi ini, saya mendapat kepercayaan untuk menjadi moderator dalam kegiatan briefing rutin mingguan bersama seluruh tim. Biasanya, briefing dilakukan secara offline di markas, dengan suasana yang sudah sangat familiar. Namun kali ini berbeda, briefing dilakukan secara online melalui Zoom Meeting.
Jujur saja, deg-degan itu muncul. Dan menurut saya, itu hal yang sangat wajar. Deg-degan bukan selalu tanda ketakutan, tetapi bisa menjadi sinyal bahwa kita sedang bersiap, bahwa ada tanggung jawab yang ingin kita jalankan dengan baik.
Namun pagi ini ada satu hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Saya keliru membaca SOP panduan briefing yang sebelumnya sudah dikirimkan. Di titik itu, ada dua pilihan: panik dan menyalahkan diri sendiri, atau berusaha tetap tenang agar semuanya tetap berjalan dengan baik.
Saya memilih untuk tetap tenang. Fokus saya bukan lagi pada kesalahan yang sudah terjadi, melainkan pada bagaimana briefing bisa tetap berlangsung sampai selesai tanpa menjadi kacau. Dan alhamdulillah, briefing tetap berjalan dengan baik.
Dari kejadian ini, saya belajar bahwa melakukan kesalahan di pertama kali adalah hal yang wajar. Tidak semua hal langsung bisa berjalan sempurna. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya. Kesalahan bukan untuk diratapi, tetapi untuk dijadikan pembelajaran.
Pengalaman hari ini menjadi pengingat bagi saya bahwa ke depannya, saya mungkin akan menghadapi hal serupa, atau bahkan tantangan yang jauh lebih besar. Maka, belajar tenang, belajar bertanggung jawab, dan belajar memperbaiki diri adalah bekal yang sangat penting.
Pelan-pelan, saya belajar bahwa bertumbuh tidak selalu tentang berhasil tanpa salah, tetapi tentang mau belajar dari kesalahan dan berani melangkah lagi dengan lebih siap.
Leave a Reply