Feels too salesy

Dilihat langit masih belum tersenyum melihat antusias anak anak untuk berangkat sekolah. Hari selasa pagi, langit masih mendung membuat cekatan para profesi yang ingin menjalankan kegiatannya. Mereka takut dan khawatir akan terjebak lagi dalam hujan dan angin seperti kemarin. Aku pun khawatir, namun tidak begitu ku pikirkan karena pikiranku disibukkan dengan pengelolaan job desc sebagai anak perempuan pertama yang mondar mandir sana sini. Rutinitas ku sebagai anak perempuan pertama yang memiliki adik laki laki selalu saja sama dan bisa dibilang terstruktur. Tidak bisa dikatakan juga bahwa hanya aku yang memiliki jobdesc rutin setiap pagi. Aku yang pertama bangun, setelah solat langsung memasak nasi, menyiapkan bahan masakan yang akan dimasak ibu, menyapu, mengepel, setrika seragam kerja dan kuliah, menyiapkan bekal sekeluarga, dan terakhir menyiapkan perlengkapan bapa kerja.

Tapi pagi ini ada satu hal yang perlu aku lakukan yang membuat terasa seperti aku berjualan hihi.. Hari ini terjadwal giliran aku untuk merebus bahan makanan real food seperti jagung, singkong, ubi, dan kacang sebagai snack harian di kantor. Hari sebelumnya saat sampai dirumah langsung dikupas dan dibersihkan oleh bapak aku, beliau memang suka tangannya bergerak agar aku bisa langsung mengukusnya esok hari. Dengan termos nasi biru yang kupinjam ke tetangga, aku pangku termos berukuran sedang itu ditengah motor. Saat pergantian akomodasi dari membonceng ibu ku menjadi naik ojok online, driver bertanya kerja apa aku sampe bawa termos seperti itu. Saat aku jawab bekerja di bidang IT, makin terheran driver tersebut. Mungkin bisa aku katakan ini salah satu privilege menjadi karyawan excellent yaitu setiap hari mendapatkan asupan yang bisa membantu jiwa raga dalam bekerja.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *